PSSLEMAN.ID – Kebijakan PPKM atau PSBB resmi diperpanjang hingga 8 Februari 2021. Peraturan yang mencakup wilayah Jawa-Bali ini mengharuskan masyarakat memberlakukan pembatasan dalam beraktivitas.

Hal ini turut dilakukan oleh tim Development Center PS Sleman. Keterbatasan yang diberlakukan nyatanya tak memberi pengaruh besar untuk para peserta. Mereka tetap semangat dalam berlatih di bawah komando coach Lilik Winarno.

“Kondisi PSBB tentu berpengaruh untuk beberapa hal. Tapi sejauh ini sih tidak memengaruhi antusias pemain dan materi belajarnya. Mereka tetap semangat,” ujar Lilik Winarno selaku pelatih Akademi PSS.

Skuad muda Elang Jawa masih terus berlatih dengan memberlakukan protokol kesehatan yang sangat ketat. Di antaranya yakni dengan membatasi peserta dengan jumlah maksimal 16 orang saja.

“Kita berlakukan protokol kesehatan. Seperti jaga jarak, cuci tangan, pakai masker, kurangi kerumunan setelah latihan itu wajib, membereskan peralatan sendiri, langsung bubar pulang. Kita juga arahkan dan sarankan langsung cuci baju ketika pulang,” tambahnya.

Selain latihan rutin yang dilaksanakan di Lapangan Sono Sleman, saat ini tim Development Center PS Sleman juga tengah disibukkan dengan projek terbarunya yakni Buku Super Elja Method.

Buku yang disusun tim internal Development Center PSS ini berisi tentang metode pembelajaran dan pelatihan sepak bola. Tak hanya bagi peserta didik di Akademi PSS, metode ini nantinya juga bisa diterapkan oleh semua Sekolah Sepak Bola di Sleman dan sekitarnya.

(pssleman.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *