SLEMAN  PSS-SLEMAN.CO.ID – Paska laga derby melawan Persiba Bantul, Senin (23/05/2016) Tulus dkk mendapat jeda waktu panjang untuk menatap laga tandang berikutnya kontra tuan rumah Madiun Putra FC, Sabtu (04/06/2016).

Jeda waktu panjang memiliki keuntungan psikologis bagi Dirga Lasut dkk. Laga derby kabupaten DIY tersebut diselimuti keharuan mendalam dengan meninggalnya salah satu Sleman Fans satu hari sebelum laga akibat tindak kekerasan terhadap suporter. Tiga hari kemudian ayahanda Il Capitano Busari meninggal dunia.

Dengan jeda waktu yang panjang secara psikologis skuat PSS Sleman dapat meningkatkan mental, kepercayaan diri dan optimisme menatap laga Madiun. Beban psikologis Dicky Prayoga cs diakui coach Seto sebagai penyebab tidak optimalnya permainan di lapangan.

"Jeda waktu yang panjang kami maksimalkan untuk memperbaiki teknik dan strategi permainan, selain itu kami mendapat keuntungan untuk merefresh semangat untuk kembali ke top performance," papar Seto Nurdiyantoro.

Coach Seto juga menjelaskan kondisi kebugaran para pemainnya dalam kondisi bagus sehingga bisa menambah amunisi positif untuk laga tandang di Madiun. (mf/pss-sleman.co.id)

January 6, 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *