SLEMAN, PSS-SLEMAN.CO.IDPartai derby DIY versus Persiba Bantul menjadi laga yang keempat bagi PSS Sleman dalam babak penyisihan Grup 5 ISC-B 2016. Laga dengan atmosfer yang penuh haru dimana ayahanda kapten Busari sedang sakit keras dan meninggalnya Stanislaus Gandhang Deswara Sleman Fans sehari sebelum laga berlangsung membuat pertandingan ini menjad nglangut serta berpengaruh secara psikologi bagi Dirga Lasut dkk.

Persiba Bantul tandang ke Stadion Maguwoharjo dengan bekal negatif yang didapatkannya dari laga sebelumnya melawan Mojokerto Putra dengan kekalahan telak 6-2. Sajuri Sahid tidak mau timnya menjadi lumbung gol lagi melakakukan beberapa perubahan pada penjaga gawang serta bermain defensif mengandalkan serangan balik.

Dalam laga derby tersebut Coach Seto menurunkan starting line up tidak seperti biasanya, posisi kiper utama yang biasa diberikan kepada Agung Prast digeser kepada Syahrul Fadhil serta memasang Dave Mustaine menjadi tandem Dirga Lasut di gelandang jangkar. Eksperimen ini menemui jalan buntu, Dave tidak bisa mengembangkan permainannya sehingga sering terjadi hilang komunikasi ketika transisi bola dari sektor tengah ke sektor belakang. Baru menit ke-24’ coach Seto menarik Dave keluar dan memasukkan Candra Luckmana. Memasuki babak kedua performa permainan PSS Sleman malah menjadi lebih menurun, Dirga Lasut tidak mampu mengembangkan permainan sehingga ditarik keluar dengan memasukkan Oya Winaldo. Pergantian ini pun malah membuat lini tengah tidak ada koordinasi yang jelas antara Busari, Oya dan Candra.

Dengan tidak maksimalnya lini tengah PSS Sleman, coach Seto menginstruksikan para pemainnya untuk memaksimalkan serangan dari sektor sayap. Dua gol yang dicetak oleh Tri Handoko dibangun dari sektor sayap melalui kerjasama Dicky Prayoga, Deni Rumba, dan Rama Yoga. Gol pertama berkat peran Rama Yoga yang menyisir serangan melalui sektor kiri pertahanan Persiba Bantul kemudian mengirimkan bola kepada Dicky Prayoga yang menusuk ke tengah dan Risky mengarahkan bola kepada Tri Handoko. Skenario gol kedua pun hampir sama, lagi-lagi Dicky dan Rama Yoga memaksimalkan akselerasinya membongkar lini pertahanan melalui sektor sayap yang menghasilkan sepak pojok. Sekali lagi Tri Handoko muncul dari belakang dan sukses mengkonversikan menjadi gol kedua bagi kemenangan Super Elja. (mf/pss-sleman.co.id)

September 30, 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *