MARTAPURA, PSS-SLEMAN.CO.ID – Menutup laga terakhir fase penyisihan Grup 5 ISC-B 2016 punggawa Super Elang Jawa menelan kekalahan dari tuan rumah Martapura FC di Stadion Demang Lehman, Minggu (04/09/2016) sore.

Berlaga dengan status juara Grup 5 dan dipastikan lolos ke fase 16 besar ISC-B 2016, skuat PSS Sleman tetap bermain dengan semangat yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari susunan line up pemain yang diturunkannya pada laga tersebut.

Babak pertama dimulai tim tuan rumah langsung melakukan serangan ke gawang PSS Sleman yang dijaga oleh Agung Prast dan menghasilkan sepak pojok menit 1'. Serangan cepat tersebut dibalas oleh lini depan Super Elja ke jantung pertahanan MFC pada menit ke-3' namun sayang bola masih bisa diamankan penjaga gawang.

Jual beli serangan terus terjadi, kedua tim tetap bermain ngotot saling menekan. Menit ke-23' Hanafri R berhasil memecah kebekuan dengan membobol gawang Agung Prast lewat sudut sempit, skor 1-0 menutup babak pertama untuk tim besutan Frank Sinatra Huway.

Memasuki paruh 45' kedua, tim tuan tetap bermain menekan ke lini belakang PSS Sleman. Lagi-lagi Hanafi R kembali membobol gawang Agung Prast pada menit ke-47' skor  2-0 untuk MFC. Tertinggal dua gol Dirga cs bermain ngotot dengan intensitas serangan yang meningkat, keasyikan menyerang membuat lini belakang PSS Sleman lengah dan kembali bobol oleh Syaifullah N menit ke-60' skor 3-0 untuk keunggulan tuan rumah menutup laga kesepuluh bagi dua kesebelasan. Menuai kekalahan di laga penutup tidak menggoyahkan posisi Super Elja di puncak klasemen Grup 5 dan lolos ke fase 16 besar ISC-B 2016.

Menanggapi hasil laga tim besutannya coach Seto mengakui ketidakhadiran Busari sedikit banyaknya mempengaruhi permainan tim. Coach Seto juga menyoroti kepemimpinan wasit yang kurang jeli dalam laga tersebut. Ia mengharapkan para pemainnya untuk lebih fokus pada permainan tim sehingga tidak mudah terpengaruh pada laga tandang selanjutnya apabila mendapat hal yang sama.

Seto juga mengakui ketiga gol yang bersarang di gawang timnya ada kesalahan dari lini belakang dan kiper. "Gol pertama murni kesalah lini belakang dalam compact defend sehingga di sudut sempit kebobolan. Gol kedua dan ketiga itu murni kesalahan kiper," ungkap Seto disela-sela makan malam bersama tim. (mf/pss-sleman.co.id)

September 30, 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *