SLEMAN, PSS-SLEMAN.CO.ID – Statusnya sebagai klub Kabupaten Sleman, PSS Sleman tentu saja tidak memiliki hal yang lebih menarik dari saudara tuanya PSIM Yogyakarta yang sudah lama menjadi magnet sepakbola warga DIY dan sekitarnya. Namun hal tersebut tidak menghalanginya untuk terus menempa dirinya meraih prestasi.

Setelah 24 tahun berdiri tim berjuluk Super Elang Jawa ini akhirnya menorehkan sejarah besarnya berlaga di kompetisi sepakbola tertinggi di Indonesia (divisi utama kompetisi tertinggi di Indoneisa pada kala itu) setelah  mencapai final Divisi I pada musim kompetisi 1999/2000 pada Selasa 30 Mei 2000.

Ambisi untuk meraih gelar ganda (lolos divisi utama dan meraih trophy juara) pupus sudah ketika di final Divisi I di Stadion Benteng, Tangerang kalah 1-0 dari Persita Tangerang melalui gol Edy Jhon Edy, libero sekaligus merangkap kapten kesebelasan pada menit ke-71. Alhasil PSS hanya meraih runner up dan trophy juara keduan namun hal itu tetaplah prestasi membanggakan karena saat itu PSS dijuluki tim ndeso dari daerah. Keberhasilan PSS Sleman menembus kompetisi divisi utama tak pelak lagi menjadi hadiah bagi masyarakat Sleman dan DIY mengingat pada tahun tersebut PSS Sleman satu-satunya klub DIY yang berhasil menembus level kompetisi tertinggi sepakbola nasional.

Setelah melalui perjalanan panjang selama 13 jam, Rabu 31 Mei 2000 keluarga besar Super Elang Jawa (pemain, official dan manajemen PSS Sleman) tiba di Balai Desa Balecatur, Gamping, Sleman untuk beristirahat sebentar dan segera menuju kompleks Pemda Sleman bertemu Bupati Sleman pada saat itu, Bapak Arifin Ilyas.

Konvoi kemenangan PSS Sleman diarak oleh suporter dengan menggunakan dua mobil pick-up dengan rute jalan Wates menuju ringroad barat kemudian menuju jalan Magelang masuk jalan Merapi dan berakhir di kompleks Pemda Sleman.

Kemenangan dalam kebersahajaan itulah kata yang tepat bagi tim PSS Sleman berhasil menembus ke divisi utama sebagai runner-up Divisi I. Pada waktu itu PSS Sleman hanya bermodalkan dana sebesar Rp 131.229.700,- kurs Rupiah saat itu sekitar Rp 8.500,- per US$.  Dana tersebut terkumpul wujud dari kebersamaan PSS Sleman yang terus menjalin kerjasama dengna para pengusaha dan pencinta PSS Sleman.

Hal ini tentu saja berbanding terbalik ketika di awal musim Kompetisi Divisi Utama 1999/2000, Laskar Sembada hanya bermodal Rp. 35.000.000,- hasil bantuan dari Bupati Sleman Arifin Ilyas yang menjabat Ketua Umum PSS Sleman pada saat itu. Keberhasilan menembus Divisi Utama musim kompetisi 2000/2001 menjadi kado perpisahan terindah Bapak Arifin Ilyas menjabat Bupati Sleman periode 1995-2000 dan Ketua Umum PSS Sleman. (mf/pss-sleman.co.id/disadur dari https://galangkurniaardi.wordpress.com)

November 5, 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *