PSS-SLEMAN.CO.ID, SLEMAN – Menghadapi Persikama Kabupaten Magelang menjadi laga perdana PSS Sleman di tahun 2017. Duel terakhir keduanya pada bulan Mei 2015 yang berakhir dengan hasil imbang. 

Besok, PSS Sleman kembali menjamu Persikama untuk kedua kalinya, Selasa (31/01/2017) sore di Stadion Maguwoharjo Sleman. Laga ini menjadi berbeda karena faktor regulasi PSSI. Super Elang Jawa harus memainkan pemain berusia 25 tahun ke atas maksimal lima pemain, dan selebihnya berusia 25 tahun ke bawah. Selain itu laga tersebut menjadi ajang monitoring, dan evaluasi tactical game yang menjadi menu utama coach Fredy di beberapa kali latihan.

Laga uji coba pra musim kontra Laskar Syailendra menjadi percepatan program bagi coach Fredy meracik strategi dan taktik bagi Super Elang Jawa. Pelatih kelahiran Palopo Sulsel tersebut menyatakan bahwa tim pelatih sudah membuat program yang di fokuskan untuk kompetisi Liga 2 mendatang.

Namun adanya turnamen Piala Presiden 2017 sebagai pelatih Ia harus merespon positif. Ia menyatakan dengan ditunjuknya PSS Sleman sebagai salah satu tuan rumah adalah bentuk penghormatan bagi timnya. Mantan pemain Persebaya era perserikatan tersebut menegaskan bahwa keikutsertaan Busari dkk di turnamen tersebut sebagai ajang monitoring dan evaluasi tim secara menyeluruh.

Menjamu Persikama Kabupaten Magelang menjadi faktor penting bagi mentalitas para pemain muda yang bergabung dengan PSS Sleman di musim ini. Dukungan yang besar dan ekspetasi tinggi dari Sleman Fans diharapkan menjadi koreksi untuk konsisten meningkatkan performa, mengasah kerjasama tim, dan tidak terkena syndrome pemain bintang. Latih tanding bersama PS Mlati minggu lalu menjadi  tolak ukur para pemain muda, bermain dengan tempo cepat namun efektif serangan masih banyak membuang kesempatan emas, lawan yang jauh di bawah hanya mampu mencetak tiga gol.

Pilihan aman bagi coach Fredy untuk meraih hasil maksimal dengan menurunkan komposisi delapan pemain lama tentu sangat mudah meracik strategi, namun tidak memberikan gambaran baru bagi PSS Sleman mengeksplorasi taktik maupun strategi permainannya.

Apapun hasil laga uji coba kontra Persikama, tidak bisa menjadi ilustrasi final gaya permainan PSS Sleman. Pelatih yang berposisi sebagai gelandang jangkar ketika masih aktif bermain pernah menyatakan, "Membuat sistem permainan dalam sebuah tim butuh waktu panjang. Komunikasi-kombinasi pemain membuat sistem permainan yang utuh diperlukan repetisi latihan 200 kali sebelum kompetisi." tegas Fredy Mulli (mf/pss-sleman.co.id)

September 30, 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *