GIANYAR, PSS-SLEMAN.CO.ID – Menelan kekalahan di laga perdana, PSS Sleman menatap laga kedua dengan semangat yang terus menyala. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari cara bermain anak-anak asuhan Herkis ketika melawan Persib Bandung di laga perdana.  Bermain tenang, lepas dan mampu memberikan perlawanan hingga berakhirnya laga.

Optimisme punggawa PSS Sleman menatap laga melawan Aream Cronus juga diungkapkan oleh manajer tim M. Arief Juli Wibowo, "Laga kedua menjadi kebangkitan kami untuk bermain lebih baik lagi. Kekalahan laga pertama menjadi pelajaran penting untuk menatap laga kedua dengan optimis."

Kehadiran Busari dan Dirga Lasut memberikan dampak positif sektor tengah PSS Sleman. Pergerakan dan pergantian posisi kedua pemain ini mampu mengatur tempo permainan serta mensuplai bola bagi kedua sayap serta sektor depan PSS Sleman.

Situasi mendadak terjadi dengan dilarangnya tim pelatih mendampingi anak asuhannya di pinggir lapangan ternyata tidak begitu mempengaruhi Ali Barkah cs menatap laga kedua, hal ini tidak terlepas dari mentalitas pemain yang siap berlaga serta dukungan Sleman Fans yang tidak pernah berhenti.

Jeda waktu dua hari menjadi keuntungan bagi PSS Sleman melakukan rekoveri kebugaran fisik para pemainnya. Kekalahan pada laga perdana melawan Persib Bandung, faktor kebugaran menjadi penyebab kekalahan sehingga tidak adanya konsistensi permainan Waluyo cs.

Laga melawan Arema Cronus, Minggu (21/02/2015) yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipa, Gianyar, Bali menjadi ajang kekuatan mental bagi PSS Sleman, mengingat faktor non teknis menjadi hambatan di ujung waktu turnamen ini diselenggarakan. (mf/pss-sleman.co.id)

September 30, 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *