MADIUN, PSS-SLEMAN.CO.ID – Hasil seri yang diraih PSS Sleman ketika berhadapan dengan Persekap Pasuruan pada laga penyisihan Grup D Piala Kemerdekaan, Sabtu (22/08/2015) malam semakin membuat langkah tim berjuluk Super Elang Jawa lolos ke babak penyisihan semakin berat.  Dua laga sisa yang harus dijalani tim besutan Didik Listyantoro harus menuai kemenangan dan ditentukan oleh hasil laga tim lain yang tergabung dalam grup D.

Sejak kick off babak pertama dimulai, Dicky Prayoga dkk sudah bermain menekan pertahanan lawan melalui komposisi permainan umpan-umpan pendek satu dua pemain. Beberapa peluang telah berhasil diciptakan di babak pertama salah satunya di menit ke-15 ketika tendangan dari TA Musafri berhasil dihalau oleh penjaga gawang Persekap Pasuruan. Peluit panjang wasit di babak pertama mengakhiri laga dengan skor kacamata.

Memasuki kick off babak kedua, Coach Didik melakukan rotasi posisi pemain dengan menjadikan Wawan Widiantoro sebagai second striker menopang TA Musafri. Rotasi posisi ini berhasil membuat serangan PSS Sleman mampu membuat kiper tim lawan berjibaku, dan memasuki menit ke-56 melalui akselerasi Wawan Widiantoro dari sisi kiri pertahanan Persekap Pasuruan berhasil memberikan umpan manis kepada Dicky Prayoga dan mampu dikonversikan pemain bernomor punggung 91 menjadi gol untuk keunggulan PSS Sleman.

Unggul satu gol, para punggawa PSS Sleman tetap bermain menekan melalui pola permainan umpan-umpan pendek dengan Munadi sebagai penyeimbang di lini tengah. Alhasil jalannya pertandingan berhasil dikuasai tim berjuluk Super Elang Jawa dengan mampu beberapa kali mematahkan serangan tim dari kota Pasuruan. 

Memasuki masa tambahan waktu terjadi kemelut di depan gawang PSS Sleman dari serangan di sisi kiri pertahanan Nanang Kurniawan. Melalui umpan tarik, Maryono berhasil membuat menyamakan kedudukan menjadi satu sama.

Kronologis terjadinya gol di gawang Samsyidar ini tidak terlepas dari kontroversi wasit yang membiarkan terjadinya pelanggaran keras yang menimpa dua pemain PSS Sleman di depan kotak pinalti. Selain itu, tidak adanya komunikasi asisten wasit dengan para pengadil di lapangan mengenai tanda diberikan tambahan waktu.

Protes keras pun dilakukan para pemain PSS Sleman sehingga pertandingan pun sempat dihentikan oleh perangkat pertandingan untuk meredakan situasi yang memanas. Keputusan wasit pun tetap mensyahkan gol dari Persekap Pasuruan. Hingga peluit panjang dibunyikan kedudukan berakhir imbang 1-1. (mf/pss-sleman.co.id)

 

September 30, 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *