PSSLEMAN.ID – Penundaan laga lanjutan kompetisi Liga 1 2020, yang sedianya menjadi mempertemukan PS Sleman menjamu Persik Kediri pada 1 Oktober 2020, tidak membuat latihan PSS mengendor. Punggawa Elang Jawa tetap berlatih, meski tentu terbersit rasa kecewa atas penundaan selama sebulan itu.

Adanya rasa kecewa itu diakui oleh kapten PSS, Bagus Nirwanto sempat membuat semangat para pemain agak menurun. Namun profesionalitas sebagai pesepakbola lebih mengemuka. Para pemain kembali melakoni menu latihan dengan semangat.

“Para pemain tetap bersemangat latihan. Bagaimanapun itu pekerjaan kita. Tak boleh kendor apapun yang terjadi,” ujar Munyeng, panggilan akrab Bagus Nirwanto.

Faktor lainnya yang membuat semangat para pemain tak tergoyahkan di tengah penundaan kompetisi adalah faktor kekeluargaan yang jadi ciri khas PSS. Munyeng menilai itu sebagai modal berharga karena keharmonisan dan kekompakan itu yang mengantarkan PSS mampu duduk di posisi ke-8 musim lalu.

Tetap tingginya semangat tim juga disampaikan oleh Yevhen Bokhasvilli. Meski semua pemain merasa kecewa atas penundaan itu, namun hal itu tak berlarut. Latihan tetap diikuti seperti biasanya.

“Sepakbola adalah hidup kami, larangan yang berakibat penundaan pada lanjutan kompetisi, telah mengganggu kehidupan kami,” ujar Yevhen.

Baik Munyeng maupun Yevhen berharap kompetisi tetap berlanjut seperti yang direncanakan, tertunda hanya sebulan.

Mereka juga berpesan kepada supporter untuk tetap tak henti mendukung PSS agar tetap bersemangat saat liga diputar kembali.

(pssleman.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *