SEMARANG, PSS-SLEMAN.CO.ID –  Partai yang mempertemukan tim tuan rumah Mahesa Jenar melawan Super Elang Jawa, Sabtu (09/04/2016) di Stadion Jatidiri Semarang sebenarnya hanya laga ujicoba pra musim . Tidak ada piala atau hadiah yang diperebutkan, tapi suasana malam itu benar-benar menyerupai partai puncak sebuah turnamen akbar menjadi pesta meriah seluruh suporter kedua klub tersebut.

Sebelum laga dimulai pihak panpel tuan rumah dan petugas keamanan sempat kerepotan dengan hadirnya ribuan suporter PSS Sleman. Skenario awal pun berubah, supporter PSS Sleman yang seharusnya ditempatkan di tribun barat bagian utara namun hal tersebut tidak mampu menampung sehingga dua dari tiga blok tribun barat menjadi "milik" suporter PSS Sleman. Selain itu, di tribun timur sisi utara juga "diinvasi" suporter PSS Sleman, namun hal ini masih saja ada suporter Super Elang Jawa yang tidak kebagian tempat.

Sebagai tim tamu, suporter PSS Sleman datang dengan gelombang besar, kuota yang diberikan panpel pertandingan pun mengalami over load  sehingga tribun di Stadion Jatidiri tidak ada sejengkal pun kosong semuanya dipenuhi suporter dari kedua kesebelasan. Kuota awal yang diberikan oleh pihak tuan rumah sekitar 2500 penonton namun mengalami lonjakan hingga 3 kali lipat sehingga pertandingan sempat molor 25 menit untuk memberikan tempat duduk bagi suporter PSS Sleman yang sempat memenuhi pinggir lapangan.

Dengan jumlah suporter yang hampir sama dengan tuan rumah tentu saja menimbulkan potensi kerusuhan yang besar. Namun hal itu tidak terbukti hingga selesainya laga tersebut. Keriuhan tepuk tangan sebagai bentuk penghormatan antar suporter pun sering terdengar di stadion yang diresmikan tahun 1991, ketika salah satu kelompok suporter melakukan atraksi dukungan kepada tim kebanggaannya.

Pemandangan indah pun tersaji dengan tidak adanya lemparan botol atau gelas plastik di tengah lapangan. Teriakan rasis atau yang bersifat merendahkan pun tidak terdengar. Bahkan respon suporter tuan rumah tetap kalem ketika Tri Handoko berhasil menceploskan bola di gawang PSIS Semarang. Mengutip penyataan Manajer Tim PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto yang diriis http://metrosemarang.com.  

“Pertandingan luar biasa, penonton luar biasa. Terima kasih untuk suporter PSS Sleman yang sudah bersedia datang ke Semarang. Terima kasih untuk suporter Semarang, Panser Biru dan SneX, sehingga pertandingan ini bisa dinikmati sampai akhir,” ucapnya.

Di akhir laga terjadi pemandangan tidak biasa, para punggawa Super Elang Jawa menyanyikan anthem Sampai Kau Bisa dengan posisi melingkar dikarenakan suporter PSS Sleman berada di tribun yang berbeda, di saat bersamaan tim tuan rumah juga menyanyikan anthem di depan suporternya di sisi selatan tribun Stadion Jatidiri Semarang.

Laga berakhir dengan hasil seri 1-1, tapi kemenangan ini pantas disematkan kepada kedua suporter dalam memaknai sepakbola dengan keceriaan, kemeriahan dan kedewasaan. (mf/pss-sleman.co.id)

September 30, 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *