MADIUN, PSS-SLEMAN.CO.ID – Laga keempat melawan Persatu Tuban, Senin (24/08/2015) malam di Stadion Wilis Kota Madiun menjadi laga penentuan bagi skuat Super Elang Jawa untuk terus terbang lolos ke babak 8 besar.

Kemenangan wajib diraih PSS Sleman untuk terus mengangkat asa melaju kebabak selanjutkanya walau hasil laga dari tim lain ikut menentukan lolos tidaknya tim besutan Didik Listyantoro di fase babak penyisihan Grup D Piala Kemerdekaan 2015.

Dua laga terakhir yang telah dimainkan PSS Sleman menjadi optimisme menghadapi laga keempat melawan Persatu Tuban, tim besutan Didik Listyantoro mengalami grafik permainan yang meningkat. Pertandingan terakhir  Syamsidar cs mampu bermain dengan tenang dan kerjasama tim yang bagus antar lini pertahanan.

Menghadapi Persatu Tuban, PSS Sleman harus kehilangan Munadi yang terkena akumulasi dua kartu kuning, absennya Munadi di laga ini kemungkinan besar coach Didik akan menurunkan duet Nanda Nasution dan Elvis Nelson di lini tengah bersama Dicky Prayoga dan Ryan Wahyu. Untuk lini depan duet Musafri dan Jacky Pasarella tetap menjadi pilihan utama.

Faktor mentalitas menjadi poin penting di laga keempat bagi PSS Sleman berhadapan dengan Persatu Tuban, mengingat pada pertandingan melawan Maryono cs, tim besutan Didik Listyantoro  dipaksa bermain seri dengan keputusan wasit yang kontroversial di akhir babak kedua.

Laga keempat PSS Sleman yang digelar Senin (24/08/2015) malam merupakan laga yang bersifat krusial dimana kekuatan teknis dan mentalitas menjadi tumpuan utama  bagi Super Elang Jawa untuk terus terbang ke babak delapan besar. (mf/pss-sleman.co.id)

September 30, 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *