SLEMAN, PSS-SLEMAN.CO.ID – Memasuki usia ke-39 PSS Sleman belum memiliki budaya literasi yang bagus bila dibandingkan dengan klub yang sudah mapan dalam mendokumentasikan jejak langkah perjuangannya. Sebagai klub sepakbola yang berada di ujung usia 30an, PSS Sleman memulai sebuah budaya baru yang dikonversikan dalam sebuah pameran arsip dan dokumentasi perjalanan PSS Sleman dengan tajuk 1976 Sampai Hari Ini.

Dokumentasi adalah bagian penting dari sebuah perjalanan hidup baik itu dari personal hingga sebuah bangsa. Mengutip tulisan dari sastrawan besar Indonesia Pramoedya Ananta Toer, "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Inilah pentingnya sebuah pameran yang menampilkan dokumentasi dan pengarsipan perjalanan sebuah klub sepakbola sebagai salah satu bentuk tanggungjawab sejarah kepada generasi yang berada dibawahnya. Pameran ini bertujuan setiap generasi di PSS Sleman membentuk sejarah baru dengan menjadikan perjalanan klub ini sebagai salah satu referensi, dan tentu saja hal ini memupuk kecintaan abadi kepada PSS Sleman.

Pentingnya budaya literasi bagi PSS Sleman dengan menjadikan aspek dokumentasi dan pengarsipan sebagai salah satu pondasi kuat membangun budaya sepakbola yang positif. Keberhasilan sebuah klub sepakbola dalam meraih prestasi tentu saja melibatkan banyak aspek yang didalamnya terdapat aspek dokumentasi dan pengarsipan.

Mari kita ucapkan rasa syukur kepada Tuhan YME, acara pameran arsip dan dokumentasi PSS Sleman melewati proses yang luar biasa dan berhasil pada pelaksanaannya. Semoga kita diberikan umur panjang dan kesehatan agar acara ini bisa kita jumpai lagi dengan hal  yang berbeda dan lebih baik lagi. (mf/pss-sleman.co.id)

September 30, 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *