
PSSLEMAN.ID, SOLO – Misi PSS Sleman melanjutkan tren kemenangan terhenti di pekan ke-14 Pegadaian Championship 2025/2026 usai takluk dari tuan rumah Kendal Tornado FC dengan skor 2-1. Pertandingan berjalan ketat dan diwarnai berbagai kontroversi keputusan wasit berlangsung di Stadion Sriwedari, Solo pada hari Senin (5/1/2026) malam WIB.
Bermain dengan sepuluh personel sejak babak pertama tidak membuat PSS kehilangan motivasi serta semangat meraih kemenangan. Kegigihan mengejar ketertinggalan terus dihadirkan pasukan dari tanah Sembada ini.
Babak kedua berjalan 10 menit, kerja keras pemain PSS berhasil menyamakan kedudukan melalui gol balasan Gustavo Tocantins (55’) usai memanfaatkan kelengahan pemain tim lawan dalam mengantisipasi bola sundulan Dominikus Dion. Melalui kecerdikannya, dia berhasil menceploskan bola mendatar ke gawang tim lawan. Skor imbang 1-1.
Perjuangan pantang menyerah kembali diperlihatkan tim besutan Ansyari Lubis usai gawang Ega Rizky kembali kebobolan pada menit ke-62. Situasi tertinggal mampu dijalani dengan permainan yang tenang dalam melakukan serangan. Alhasil proses serangan itu berhasil merangsek ke kotak 16 lawan dan berhasil dimanfaatkan Gustavo Tocantins dengan menyamakan kedudukan. Sayang gol ini dianulir wasit setelah melakukan pengecekan dari VAR.
Keputusan yang diambil wasit di lapangan menutup kesempatan bagi PSS membawa hasil imbang dari pertandingan kontra Kendal Tornado FC. Kekalahan ini juga memaksa skuad Super Elja masih tertahan di peringkat kedua grup timur dengan selisih empat poin dari PS Barito Putera sebagai pemuncak klasemen.
Tanggapan yang diberikan Ansyari Lubis usai pertandingan pun penuh dengan ungkapan kecewa yang menurutnya telah menodai jalannya pertandingan yang sudah berjalan dengan baik.
“Yang saya sayangkan untuk pertandingan hari ini, kedua tim bermain dengan kualitas yang bagus dipimpin oleh wasit yang tidak bagus. Kita tidak ada masalah, mau di kartu merah dalam sepak bola itu hal yang biasa dan itu resiko dalam suatu pertandingan sepak bola,” terangnya di sesi post match press conference.
Keputusan wasit yang kontroversial membuat Ansyari Lubis mengambil langkah yang tidak biasa dia lakukan sebelumnya, yakni mengomentari kinerja wasit di lapangan. Dia menilai banyak keputusan yang merugikan PSS.
“Lihat ketika dua pemain lawan ditarik keluar karena karena melakukan pelanggaran kenapa sebelumnya mereka melanggar tidak kena kartu merah. Sementara pemain kita sekali melanggar langsung kena kartu merah sebelumnya tidak mendapat kartu kuning. KIta kalah, kita akui, mereka main bagus tapi pertandingan yang enak ditonton namun semua pemain kita tetap dikerjain, luar biasa,” lanjutnya dengan nada tinggi.
Keputusan wasit menganulir gol kedua PSS ini pun juga menjadi perhatian Ansyari Lubis. Menurutnya, sikap wasit yang ragu membuatnya membuat keputusan yang tidak mutlak.
“Tadi kita tanya masalah gol kedua yang di lihat VAR, apa keputusan wasit. Pemain bilang dia handsball, satu lagi pelanggaran. Wasit apa itu, keputusannya tidak mutlak. Percuma kita sebelum pertandingan workshop, kita ditekan pemain dan pelatih harus fair play,” ungkapnya.
“Saya tidak pernah sampai semarah ini, saya di sepak bola juga tidak sebentar. Saya tahu tapi jangan dirusak terus, apalagi makin hari semakin mendekati akhir kompetisi, kita lihat pasti banyak kejadian seperti ini,” lanjut Ansyari Lubis.
(pssleman.id)
