Official Site PSS Sleman

PSSLEMAN.ID, SLEMAN – Laga kedua grup A seri nasional Piala Soeratin 2025 telah menanti penggawa PSS Sleman U17 dengan menjamu tim tamu Indonesia Muda wakil dari Propinsi Bengkulu. Laga kembali digelar di Lapangan Sriwaru Surakarta pada hari Sabtu (6/9/2025) pagi mendatang.

Padatnya jeda antar laga yang dijalani PSS Sleman U17 disikapi Fajar Subekti beserta jajaran pelatih dengan memaksimalkan waktu recovery kepada para pemain. Sang pelatih menyebutkan jeda satu hari tentunya ada recovery dengan memberikan latihan intensitas tinggi bagi para pemain yang kemarin tidak bermain agar sama dengan mereka yang bermain.

“Kami juga memberikan sesi ice bath bagi para pemain yang full bermain agar recoverynya berjalan cepat apalagi hari ini latihan pagi sehingga ada rest dari siang hingga malam untuk menghadapi laga berikutnya. Mudah-mudahan waktunya cukup karena situasi semua tim sama hanya jeda satu hari untuk recovery. Saya percaya anak-anak bisa mengelola kelelahan yang dijalani,” terangnya usai official training di Lapangan Macanan pada hari Jum’at (5/9/2025) siang.

Mengenai sudut pandang Fajar Subekti terhadap laga melawan Indonesia Muda, Ia percaya serta optimisme para pemainnya bermain lebih lepas, dan bagus lagi. Hal tersebut didasarkan pada pengalaman di laga kedua babak regional para pemainnya bermain lebih lepas.

“Menilik laga kedua kami di seri regional, anak-anak mampu tampil lebih lepas dan lebih baik dibandingkan di laga perdana. Mudah-mudahan untuk laga besok kami mampu bermain lebih baik lagi. Saya optimis mereka bisa mengulang momen itu,” ungkapnya.

Rotasi juga menjadi pilihan bagi jajaran pelatih PSS Sleman U17 untuk mengantisipasi kelelahan bagi para pemainnya menjalani laga krusial melawan Indonesia Muda. Menurut Fajar, penerapan rotasi ini bukan sekadar untuk menghindari kelelahan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan pemain muda agar setiap individu mendapatkan menit bermain yang seimbang.

“Kami juga merencanakan melakukan rotasi beberapa pemain agar tidak terjadi kelelahan berlebih kepada beberapa pemain utama.

Selain faktor kebugaran, rotasi juga dilakukan untuk mengasah mental bertanding seluruh pemain. Dengan merasakan atmosfer pertandingan secara bergantian, para pemain muda diharapkan semakin siap ketika dibutuhkan dalam momen-momen penting.

(pssleman.id)