
PSSLEMAN.ID, SLEMAN – PSS Sleman terus memantau perkembangan kondisi Frédéric Injaï menjelang pertandingan kontra Garudayaksa FC pada pekan kedelapan BRI Super League 2026/2027, Minggu (1/11/2026) mendatang. Sementara itu, gelandang Moussa Bagayoko masih membutuhkan waktu pemulihan sekitar dua hingga tiga pekan sebelum kembali merumput.
Bagayoko saat ini masih menjalani latihan terpisah dengan pemantauan intensif tim medis PSS Sleman. Kondisi tersebut membuat gelandang asal Mali itu belum dapat memperkuat Super Elang Jawa dalam waktu dekat.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, menjelaskan bahwa Frédéric Injaï belum sepenuhnya siap ketika dimainkan pada pertandingan sebelumnya. Keputusan untuk menurunkan pemain tersebut diambil dengan mempertimbangkan situasi pertandingan dan kebutuhan tim.
“Pada pertandingan sebelumnya, kami mengambil sedikit risiko dengan memainkannya. Dia belum 100 persen siap. Rencananya, dia hanya akan bermain sekitar 10 menit untuk memberinya kesempatan merasakan pertandingan,” ujarnya di Lapangan Pakembinangun setelah memimpin latihan sore, Kamis (29/10/2026).
Namun, perkembangan situasi pertandingan membuat tim pelatih harus mengubah rencana tersebut dengan memasukkan Injaï lebih awal. Meski demikian, Pieter berharap sang pemain dapat kembali bergabung dengan rombongan tim untuk menghadapi Garudayaksa FC.
Berbeda dengan Injaï, Bagayoko masih membutuhkan waktu lebih panjang untuk memulihkan kondisinya. Pieter memperkirakan gelandang tersebut memerlukan waktu sekitar dua hingga tiga pekan sebelum kembali tersedia untuk dimainkan.
“Bagayoko masih membutuhkan waktu dua hingga tiga pekan. Dia mengalami cedera lutut dan sedang menjalani proses pemulihan. Saya berharap dia bisa kembali bermain setelah itu,” katanya.
Pieter menilai kedua pemain tersebut memiliki kontribusi penting bagi kekuatan lini tengah Super Elang Jawa. Menurutnya, karakter permainan di kompetisi Super League menuntut pemain yang memiliki kekuatan fisik dan kemampuan bersaing dalam perebutan bola.
“Keduanya merupakan pemain penting bagi kami di lini tengah. Di Super League, ada banyak pertarungan di area tersebut. Kami membutuhkan pemain-pemain yang kuat,” ujarnya.
Meski demikian, absennya pemain bukan menjadi alasan bagi tim untuk kehilangan daya saing. Pieter menegaskan bahwa pemain lain harus siap mengambil tanggung jawab dan menjalankan peran yang dibutuhkan tim.
“Kehadiran mereka akan sangat membantu. Namun, ketika mereka tidak bisa bermain, pemain lain harus mengambil alih dan melakukan hal yang sama,” tutur Pieter.
PSS dijadwalkan menghadapi Garudayaksa FC pada pekan kedelapan BRI Super League 2026/2027, Minggu (1/11/2026) malam, di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat. Pertandingan ini menjadi momentum bagi Super Elang Jawa untuk merespons hasil kurang maksimal pada laga sebelumnya sekaligus kembali memburu poin.
(pssleman.id)
