
PSSLEMAN.ID, SLEMAN – Setelah menjalani proses pemulihan selama lebih dari enam bulan, Frédéric Injaï akhirnya kembali merasakan atmosfer pertandingan bersama PSS Sleman. Gelandang serang bernomor punggung 10 tersebut melakoni debut resminya bersama Super Elang Jawa saat menghadapi Borneo FC Samarinda di Stadion Maguwoharjo, Selasa (27/10/2026) sore.
Pada pertandingan pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 tersebut, Frédéric masuk pada awal babak kedua menggantikan Arda Alfareza. Kesempatan kembali merumput menjadi momen penting bagi pemain asal Prancis itu setelah melewati masa pemulihan yang panjang.
Frédéric mengaku antusias dapat kembali bermain bersama rekan-rekannya. Ia pun merasakan sejumlah hal positif dari penampilan perdananya dan berharap kondisi fisiknya terus meningkat seiring bertambahnya menit bermain.
“Saya merasakan hal-hal yang sangat positif dan sangat senang bisa kembali bermain bersama tim. Sudah lebih dari enam bulan saya tidak bermain, termasuk karena adanya masa libur,” tuturnya dengan bahagia di Lapangan Pakembinangun seusai menjalani latihan sore, Kamis (29/10/2026).
Kendati disambut dengan antusiasme tinggi, Frédéric menyadari bahwa kembali bermain setelah absen panjang bukanlah perkara mudah. Terlebih, ia harus langsung menjalani satu babak penuh dalam situasi PSS Sleman bermain dengan 10 pemain menghadapi 11 pemain lawan.
“Situasi ini cukup sulit bagi saya karena setelah lebih dari enam bulan tidak bermain, saya harus langsung tampil selama 45 menit. Itu terasa berat, terutama ketika kami harus bermain dengan 10 pemain melawan 11 pemain. Namun, saya berharap kondisi dan penampilan saya akan semakin baik ke depannya,” imbuhnya.
Di sisi lain, hasil pertandingan kontra Borneo FC Samarinda belum memberikan kepuasan bagi Frédéric dan rekan-rekannya. Meski demikian, ia memilih menyikapi hasil tersebut secara positif dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
“Pertandingan ini cukup sulit. Ketika harus bermain selama satu babak penuh dengan 10 pemain melawan 11 pemain, tentu tidak mudah untuk mengejar ketertinggalan. Kami sudah berusaha menyamakan kedudukan, tetapi sayangnya belum berhasil,” pungkasnya.
Kini, PSS Sleman mengalihkan fokus pada persiapan menghadapi Garudayaksa. Bagi Frédéric, kembalinya ia ke lapangan menjadi modal awal untuk terus meningkatkan kebugaran dan kontribusinya bagi tim. Dengan persiapan yang optimal, Super Elang Jawa bertekad bangkit dan memburu tiga poin pada pertandingan berikutnya.
(pssleman.id)
