Official Site PSS Sleman

PSSLEMAN.ID, SERANG – Minggu, 20 September 2026, Banten International Stadium menjadi panggung berikutnya bagi PSS Sleman menjalani pertandingan tandang di pekan ketiga BRI Super League 2026/2027. Sebagai peserta kompetisi, hal ini adalah rutinitas wajib bagi kontestan menyeberangi jarak demi perburuan poin.

Namun, di balik cerita sebuah tim mengatur taktik. Perjalanan ini sejatinya dibangun oleh ribuan hembusan napas setiap pendukung Laskar Sembada. Mereka menempuh kilometer demi kilometer bukan sekadar untuk menjadi saksi, melainkan membawa serta gemuruh doa yang dititipkan pada tiap langkah kaki dan sepakan bola para penggawa di lapangan pertandingan.

Perjalanan jarak jauh bagi sebagian orang mungkin terasa meletihkan, tetapi bagi mereka yang hatinya sudah tertaut pada Laskar Sembada, jarak adalah harapan baik yang dilakukan sepanjang perjalanan. Hal inilah tercermin dari salah satu suporter PSS Sleman dari Tangerang.

“Saya Dika, PSS Fans asli Tangerang. Ini kisah perjalanan kami menuju Banten International Stadium—menembus jarak berdua bersama pacar.”

Romantika dalam sebuah perjalanan sepak bola ini juga menyimpan cerita tentang ketidaknyamanan yang berhasil dilewati demi sebuah kebanggaan.

“Uniknya, mobil sewaan ini minus pendingin udara—padahal kita tahu sendiri betapa hangatnya cuaca Serang,” ujarnya, diiringi senyum yang menolak menyerah pada terik.

Semangat mendukung kebanggaan pun ia alihkan menjadi sebuah harapan kemenangan bagi PSS Sleman sebelum peluit pertama dibunyikan

“Prediksi skor untuk pertandingan sore ini, 3-1 untuk PSS.”

Namun, semesta kerap punya cara sendiri dalam menuliskan alurnya. Di atas rumput hijau, doa yang dipanjatkannya belum menemui takdir kemenangan.

Meski skor akhir belum berpihak dan harapan harus berbenturan dengan kenyataan yang getir, langkahnya tak pernah benar-benar terhenti. Dika pun menyampaikan doa bagi PSS di akhir musim nanti.

“Harapan saya, semoga target 10 besar tercapai”

Dika juga menceritakan perkenalan pertamanya dengan PSS Sleman terjadi 10 tahun yang lalu melalui aktivitas pendukung setia Laskar Sembada: Brigata Curva Sud (BCS).

“Mengenal PSS sejak 2016, mendukung PSS karena melihat dukungan BCS kepada PSS”

Kisah Dika adalah bukti nyata bahwa cinta luar biasa dari para pendukungnya bukan hanya membakar semangat di Maguwoharjo, melainkan terus merambat, menular, dan mengakar kuat di hati siapa pun yang menyaksikannya—bahkan hingga ratusan kilometer jauhnya dari Bumi Sembada.

(pssleman.id)