
PSSLEMAN.ID, SLEMAN – Menutup pekan ketiga BRI Super League 2026/2027, hasil akhir pertandingan kembali tidak sesuai harapan bagi PSS Sleman. Saat melangsungkan pertandingan tandang di Banten International Stadium, poin tiga pun berpihak kepada tuan rumah Dewa United Banten FC dengan skor 2-1.
Saat mengawali pertandingan, PSS menurunkan komposisi starting line-up sedikit berbeda dengan pertandingan sebelumnya: menurunkan Pedro Caracoci di bawah mistar gawang dan Fachruddin Aryanto bermain di posisi bek tengah.
Babak pertama berjalan, PSS mencoba membangun serangan melalui penguasaan bola. Kombinasi serangan melalui trio Melvyn Lorenzen, Matheus Fornazari, dan Riko Simanjuntak beberapa kali menginisiasi serangan ke lini belakang tim tuan rumah. Sementara, serangan dari tim lawan pun berhasil diredam lini belakang melalui kombinasi taktik bertahan baik melalui penjagaan individu dan area. Hingga babak pertama berakhir, skor imbang tetap bertahan.
Empat menit babak kedua berjalan, Dewa United membuka keunggulan melalui serangan balik yang diselesaikan Taisei Marukawa (49’). Memanfaatkan umpan dari sisi kanan, tendangan kerasnya gagal dibendung Pedro Caracoci. Meskipun dalam situasi unggul, tuan rumah tetap kembali menekan. Melalui serangan dari sisi kanan dan menggandakan keunggulan melalui Carlos Iury Bezerra da Silva (57’). Tendangannya membentur pemain PSS dan berubah arah sehingga mengecohnya.
Situasi ini membuat PSS merespons dengan meningkatkan penguasaan bola dan intensitas serangan dengan membuahkan hasil pada menit ke-72. Berawal dari sepak pojok Moussa Bagayoko, Christophe Nduwarugira melepaskan sepakan keras yang memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 sekaligus menghidupkan kembali momentum PSS.
Sebelum peluit akhir pertandingan, dua peluang gol bagi PSS melalui Dimas Drajad dan Cleberson Martins de Souza masih bisa dipatahkan melalui lini belakang lawan. Namun, hingga peluit akhir berbunyi, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan tuan rumah
Optimisme dan Semangat Pantang Menyerah
Dalam jumpa pers seusai pertandingan, Pelatih Kepala PSS Sleman Pieter Huistra menilai pertandingan berjalan berimbang. Menurutnya, hasil akhir ditentukan oleh sejumlah momen penting sepanjang laga.
“Pertandingan seperti ini cukup berimbang. Satu atau dua momen bisa membuat perbedaan besar. Menurut saya, hari ini kami sedikit kurang beruntung,” ujar Pieter.
Ia menilai PSS Sleman sebenarnya memiliki sejumlah peluang untuk mencetak gol. Bahkan, Super Elang Jawa sempat memiliki kesempatan menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada penghujung pertandingan.
“Dari dua gol yang kami kebobolan, sebenarnya kami juga memiliki beberapa peluang. Pada akhirnya, kami punya peluang untuk membuat skor menjadi 2-2. Menurut saya, hasil 2-2 akan lebih mencerminkan jalannya pertandingan hari ini,” katanya.
Pieter Huistra tetap optimistis PSS Sleman segera meraih hasil yang diharapkan. Ia menyadari timnya masih membutuhkan waktu untuk semakin menyatu dan beradaptasi dengan level kompetisi yang lebih tinggi. Namun, ia meyakini peluang untuk meraih poin akan terbuka pada pertandingan-pertandingan berikutnya.
(pssleman.id)
