
PSSLEMAN.ID, GIANYAR – Optimisme meraih kemenangan tandang dari tuan rumah Bali United FC sekaligus mengawali perjalanan di BRI Super League 2026/2027 belum dapat diwujudkan penggawa PSS Sleman. Bertandang ke markas tim berjuluk Serdadu Tridatu di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (04/09/2026) malam, skuad Super Elang Jawa harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-1.
Pertandingan berjalan cukup berimbang pada awal babak pertama. Bali United FC berusaha membangun serangan, dan mencari celah di lini pertahanan PSS Sleman. Di sisi lain, pasukan Super Elang Jawa tampil disiplin menjaga organisasi permainan. Mereka juga beberapa kali mencoba keluar dari tekanan melalui serangan cepat dari sisi sayap untuk membuka peluang di area pertahanan tuan rumah.
Memasuki 15 menit akhir babak pertama, Serdadu Tridatu mulai meningkatkan intensitas serangan. Tekanan yang diberikan membuat lini belakang Super Elang Jawa harus bekerja lebih keras meredam pergerakan tim lawan. Dalam sebuah situasi berbahaya di area kotak penalti PSS Sleman, pelanggaran terjadi di lini belakang sehingga membuat wasit Thoriq Munir Alkatiri menunjuk titik putih.
Bali United FC mampu memanfaatkan momentum tersebut dengan membuka keunggulan melalui eksekusi penalti yang diambil Teppei Yachida pada menit ke-39. Skor 1-0 untuk keunggulan Bali United FC bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, tim tamu melakukan rotasi beberapa pemain sebagai upaya mengejar ketertinggalan. Namun, usaha tersebut belum membuahkan hasil. Tuan rumah justru mampu menggandakan keunggulan melalui serangan balik pada menit ke-67. Queven Inácio memanfaatkan kesalahan lini belakang PSS Sleman saat melakukan kontrol bola untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Super Elang Jawa tidak menyerah dan terus berusaha mencari celah hingga penghujung pertandingan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil melalui gol sundulan Melvyn Lorenzen pada menit ke-90+8 yang memanfaatkan umpan silang Saiful Djoge. Namun, gol tersebut hadir ketika waktu tersisa terlalu singkat untuk mengubah keadaan. PSS Sleman pun harus mengakhiri laga perdana dengan kekalahan 2-1.
Kekalahan ini tentu membuat Super Elang Jawa gagal membawa pulang poin dari laga perdana. Meski demikian, perjuangan dan semangat untuk memberikan perlawanan hingga akhir pertandingan menjadi modal penting bagi PSS Sleman dalam menatap laga-laga berikutnya.
Hasil tersebut juga menjadi evaluasi penting bagi Pieter Huistra dan jajaran tim pelatih. Pelatih asal Belanda itu menyoroti sejumlah momen yang dinilai menjadi pembeda dalam pertandingan, termasuk situasi penalti serta kesalahan yang berujung pada gol kedua Bali United FC.
“Kami tentu berharap bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. Saya pikir kami sedikit tidak beruntung, terutama dalam situasi penalti. Bahkan, saya bisa mengatakan kami benar-benar sangat tidak beruntung. Kemudian, gol kedua juga terjadi karena kesalahan dari pemain kami sendiri,” tutur Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, di sesi post match press conference di Ruang Media, Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Meskipun mengalami kekalahan pada pertandingan ini, Pieter Huistra tetap melihat sisi positif dari penampilan para pemainnya, terutama keberanian untuk terus berusaha hingga menit akhir pertandingan.
“Namun, ada hal positif yang bisa kami ambil. Setelah tertinggal 0-2, kami tidak berhenti bermain. Kami tetap berusaha, terus mencoba, dan mencari cara untuk kembali ke pertandingan. Pada akhirnya, kami berhasil mencetak gol yang bagus, tetapi sayangnya gol tersebut datang terlalu terlambat,” imbuhnya.
Kekalahan di Gianyar menjadi bahan evaluasi bagi PSS untuk segera berbenah. Hasil ini menjadi pengingat atas sejumlah hal yang perlu diperbaiki, sekaligus pijakan untuk membangun performa yang lebih baik pada pertandingan berikutnya. Tantangan selanjutnya sudah menanti di kandang saat menghadapi Madura United FC, Sabtu (12/09/2026) mendatang.
Sementara itu, Ega Rizky yang turut hadir dalam sesi post match press conference menyampaikan permohonan maaf kepada suporter PSS Sleman atas hasil yang diraih tim yang belum sesuai harapan. Ia juga mengapresiasi kerja keras rekan-rekannya sepanjang pertandingan di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
“Mohon maaf kepada suporter yang telah memberikan dukungan. Pada pertandingan hari ini kami belum meraih hasil kemenangan. Kemudian, saya juga memberikan apresiasi kepada rekan-rekan pemain, tim pelatih, serta ofisial tim yang telah berjuang penuh hingga akhir pertandingan,” ujarnya.
Gianyar menjadi langkah pertama yang belum berbuah poin, sekaligus menjadi catatan awal bagi pasukan Super Elang Jawa dalam perjalanan panjang BRI Super League 2026/2027. Kekurangan yang terlihat dari laga tersebut perlu menjadi bahan evaluasi, sementara semangat untuk terus berjuang hingga akhir pertandingan harus tetap terjaga.
Kekalahan ini bukan akhir dari perjalanan. Cleberson dan rekan-rekan masih memiliki kesempatan untuk merespons hasil tersebut dengan kerja keras dan perbaikan di setiap lini. Perjalanan kemudian berlanjut di hadapan publik sendiri, ketika Madura United FC datang bertandang pada Sabtu (12/09/2026) mendatang.
Di hadapan dukungan para pendukungnya, PSS memiliki kesempatan untuk memperbaiki penampilan, bangkit dari hasil di Gianyar, dan memburu kemenangan pertama musim ini.
(pssleman.id)
