
PSSLEMAN.ID, SLEMAN – Para penggawa PSS Sleman terus menempa diri mereka dengan menjalani latihan secara serius menanti bergulirnya Pegadaian Championship 2025/26 yang dijadwalkan pada pertengahan bulan September mendatang. Pada sesi latihan para pemain diberikan materi variasi skema set pieces yang menekankan pentingnya efektivitas eksekusi bola mati sebagai salah satu senjata tim untuk mencetak gol. Nampak Jajang Mulyana terlibat aktif dalam sesi latihan tersebut.
Keterlibatan Jamul -sapaan akrabnya- pada sesi latihan set pieces bukan sekadar memiliki postur tubuh tinggi melainkan dirinya pernah menjadi striker saat menjalani sepak bola profesional sebelum pindah ke Mitra Kukar pada tahun 2011.
“Awal karir profesional saya di sepak bola adalah seorang striker. Perubahan itu terjadi ketika bermain di Mitra Kukar menjadi bek. Waktu itu saya diberikan opsi, posisi mana yang nyaman bermain sebagai striker atau bek. Pada saat itu saya memilih di bek dengan alasan sewaktu bermain bola di usia muda pernah menjadi bek. Jadi tidak perlu banyak adaptasi lagi,” ungkapnya pada hari Rabu (27/8/2025) malam di mess pemain.
“Meskipun bermain di posisi bek, nomor punggung saya tetap nomor 10,” lanjut Jajang Mulyana memberikan keterangan.
Empat musim berseragam Mitra Kukar, Jajang Mulyana melanjutkan karir ke beberapa klub sebagai pemain belakang. Namun, ketika mendarat ke Bhayangkara FC pada tahun 2017, Ia sempat bermain sebagai striker dalam lima pertandingan resmi. Garis takdir pun kembali memintanya kembali bermain sebagai bek.
“Sewaktu di Bhayangkara FC ada kejadian pemain belakang mengalami cedera, kemudian saya dijadikan opsi menjadi pemain belakang,” tuturnya.
Perpindahan posisi ini di Bhayangkara FC meninggalkan kesan menarik yang tidak dapat dilupakan pemain kelahiran Sumedang 23 Oktober 1988.
“Ada kejadian lucu mengenai hal ini. Pernah sewaktu latihan, saya bermain di posisi bek kemudian ketika bermain di posisi striker. Hal ini juga terjadi sebaliknya,” sebut Jajang Mulyana.
Semenjak itu, Jamul pun memutuskan bermain di posisi belakang. Menurutnya hal itu terjadi sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan dalam dirinya serta sepak bola yang terus berkembang.
“Secara kenyamanan, saya nyaman bermain di dua posisi tersebut. Namun untuk saat ini saya lebih memilih berada di posisi bek karena faktor usia. Selain itu, persaingan di posisi depan banyak pemain asing dan mereka lebih dipercaya daripada pemain lokal. Jadi sejak 2017 saya konsisten bermain di posisi bek,” ucapnya.
(pssleman.id)
