Official Site PSS Sleman

PSSLEMAN.ID, GUNUNGKIDUL – Perjalanan PSS Sleman U15 di Piala Soeratin DIY 2025 harus berakhir dengan duka mendalam usai kalah di laga final dari Mataram Utama U15 melalui babak tendangan penalti pada hari Sabtu (23/8/2025) sore WIB. Stadion Gelora Handayani Wonosari menjadi saksi bisu ketika dewi fortuna tidak berpihak kepada skuad muda Laskar Sembada di partai puncak.

Sejak menit awal pertandingan, skuad muda Laskar Sembada mengalami kebekuan dalam permainan. Mengetahui hal tersebut Coach Adit dan tim pelatih melakukan perubahan yang mempengaruhi jalannya permainan.

“Untuk jalannya laga hari ini di awal babak pertama mengalami kesulitan namun dipertengahan babak pertama ada perubaha taktikal serta formasi juga yang membawa angin segar bagi tim. Yang tadi bola sangat sulit progresi akhirnya bisa progresi hingga kedepan. Di babak kedua hal tersebu kami teruskan di permainan namun hal tersebut tidak cukup untuk mencetak gol,” ungkapnya setelah laga usai.

Beberapa peluang emas sempat tercipta, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor tetap imbang hingga peluit panjang waktu normal dibunyikan.

Pertandingan pun dilanjutkan ke babak adu penalti yang menjadi penentu gelar juara. Sayangnya, eksekusi para penendang PSS U15 kurang beruntung. Sementara lawan tampil lebih tenang dalam menuntaskan kesempatan. Akhirnya, PSS U15 harus menerima kekalahan tipis dan merelakan trofi juara jatuh ke tangan lawan.

“Di awal pertandingan semua sudah berjalan lancar sesuai rencana dalam satu minggu ini. Setelah lepas dari 80 menit, ada perubahan situasi dari pemain yang tidak terprediksi. Akhirnya runtutan pemain yang kita siapkan harus diubah secara mendadak. Hal tersebut terjadi para pemain yang sudah kami siapkan mengalami cedera sehingga kami mengatur ulang para penendang di adu penati ini,” tutur Coach Adityas Budi Santoso.

Hasil akhir yang tidak sesuai harapan diakui Coach Adit sesuatu yang mengecewakan. Secara positif Ia mengakui kejadian ini menjadi bagian dari tim pelatih melakukan refleksi diri saling terbuka agar kedepannya jauh lebih baik lagi.

“Untuk pemain kami berharap ini bukan menjadi momen mereka harus putus dari sepak bola karena usia mereka masih muda, yakni 15 tahun. Kami masih terus berlatih, harapannya agar di even-even mendatang pemain menjadi lebih siap lagi. Dengan situasi ini semua bisa belajar dari kekurangannya dan tahu apa yang perlu ditambahi. Ini menjadi poin pentingnya agar kedepannya di even selanjutnya jadi lebih siap dan tahu menghadapi situasi kondisi di lapangan,” pungkasnya.

Runner up di turnamen ini bukan akhir, melainkan langkah penting dalam proses pembentukan karakter dan kualitas para pemain muda PSS Sleman. Harapannya, pengalaman berharga ini akan menjadi pijakan untuk tampil lebih baik di kompetisi selanjutnya dan mencetak prestasi yang lebih tinggi.

(pssleman.id)