
PSSLEMAN.ID, SLEMAN – Pasca insiden yang terjadi saat PSS Sleman menjamu PS Barito Putera pada pekan terakhir putaran kedua Pegadaian Championship 2025/2026 pada hari Sabtu (31/1/2026) malam silam di Stadion Maguwoharjo meninggalkan sanksi berupa empat pertandingan kandang tanpa kehadiran penonton.
Merespon situasi ini, PSS bergerak cepat menyusun langkah antisipatif agar sanksi pertandingan kandang tanpa penonton tidak berdampak pada fokus, mental, maupun performa pemain. Kondisi tersebut dipahami sebagai tantangan psikologis yang harus dikelola dengan baik agar tim tetap berada pada jalur kompetitif.
“Tentu saja para pemain suka bermain di kandang, terutama ketika para pendukung sepenuhnya mendukung kami, mereka menyukainya. Tetapi para pemain juga fokus, saya bisa melihatnya. Staf pelatih, para pemain semuanya fokus pada putaran ketiga dan kami memiliki perasaan yang baik untuk itu,” ujar Pieter Huistra usai latihan sore di Stadion Tridadi pada hari Jumat (6/2/2026) sore waktu setempat.
Lebih lanjut lagi, Pieter Huistra menyatakan secara umum jadwal yang dimiliki PSS situasinya cukup baik dengan melihat kombinasi pertandingan kandang dan tandang. Dia juga menyebutkan ada dinamika yang berbeda ketika beberapa pertandingan kandang tanpa kehadiran penonton di stadion.
Terkait hal itu, Pieter Huistra menyatakan tidak menganggu optimisme serta kesiapan tim PSS menghadapi dua laga kandang awal di putaran ketiga ini.
“Kami akan menghadapi Deltas FC di kandang, kemudian Persipura Jayapura juga di kandang. Dua laga besar ini menjadi pertandingan penting ke depan, sekaligus sangat menentukan posisi kami pada akhir kompetisi,” tegasnya.
Menanggapi keputusan yang tengah menjadi perhatian, Pieter Huistra bersikap proporsional memberikan komentar. Meski demikian, upaya untuk memperjuangkan kepentingan tim tetap dilakukan melalui jalur yang tersedia.
“Saat ini kami belum bisa banyak berbicara mengenai hal tersebut karena kami tidak sepakat dengan keputusan yang ada. Kami sedang berupaya untuk mengajukannya kembali, sehingga saya tidak bisa memberikan komentar lebih jauh. Namun terkadang, untuk situasi seperti ini, memang perlu ada usaha untuk banding. Empat pertandingan, menurut saya, adalah keputusan yang berlebihan,” tegasnya.
Dengan persiapan yang terstruktur dan pendekatan yang menyeluruh, Pieter Huistra optimistis sanksi kandang tanpa penonton tidak akan menghambat performa tim. Laskar Sembada tetap bertekad tampil maksimal di setiap pertandingan dan menjadikan situasi ini sebagai ujian mental untuk tumbuh menjadi tim yang lebih kuat.
(pssleman.id)
