
PSSLEMAN.ID, SLEMAN – Mengawali tur di Mini Museum 50 Tahun PSS Sleman, pengunjung langsung disambut di Ruang Jersey yang ikonik. Di area ini, suasana kebanggaan terasa kuat melalui empat arsip visual legenda PSS Sleman yang terpajang. Muhammad Eksan, Marcelo Braga, Anang Hadi, dan Gustavo Tocantins hadir sebagai sosok penting yang turut membentuk identitas dan kejayaan PSS, mengajak pengunjung menelusuri perjalanan panjang, dedikasi, dan semangat juang klub.
Salah satu figur yang ditampilkan adalah Muhammad Eksan, penyerang asal Wates, Kulon Progo. Dalam profil arsip visualnya, ia tercatat memiliki kontribusi signifikan ketika membawa PSS Sleman promosi ke Divisi Utama setelah menuntaskan kompetisi Divisi Satu musim 1999/2000. Pada musim tersebut, Eksan juga tampil sebagai pencetak gol terbanyak bagi Super Elang Jawa, sekaligus menegaskan perannya sebagai salah satu pemain kunci dalam keberhasilan tim.
“Penyerang asal Kulon Progo ini merupakan salah satu sosok penting yang sukses membawa PSS Sleman promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia era 2000. Pada musim tersebut, Eksan Gol berhasil meraih gelar top skor dengan torehan 13 gol dan membawa PSS Sleman menjadi runner-up Divisi I Liga Indonesia 1999/2000”
Bergeser sedikit, pengunjung akan menemukan profil arsip visual striker asal Brasil, Marcelo Braga. Meski hanya membela PSS selama dua musim, ia meninggalkan kesan mendalam dan terbukti sebagai penyerang yang tajam di dalam kotak penalti lawan. Kontribusinya tercatat impresif dengan torehan-torehan gol yang tercipta, sebagaimana didokumentasikan dalam arsip visual tersebut.
“Meski hanya membela PSS selama 2 musim, ia mampu mencetak gol terbanyak kedua dalam sejarah klub dengan torehan 36 gol. Marcelo, Marceloo, Marcelo memang jago”
Arsip visual ketiga menegaskan loyalitas Anang Hadi kepada PSS, yang tetap terjaga meski klub pernah menghadapi krisis finansial hingga berada di ambang kolaps. Sepanjang karier profesionalnya, ia konsisten hanya membela PSS, mencerminkan dedikasi dan keterikatan yang kuat dengan Super Elang Jawa. Hal ini dipertegas pada bagian penutup profil arsip visualnya yang merefleksikan konsistensi peran dan loyalitas Anang Hadi terhadap PSS hingga saat ini.
“Aku masih di sini, dan tetap di sini, bersama PSS”
Arsip visual terakhir menampilkan profil Gustavo Tocantins, penerus nomor punggung 11 milik M. Eksan di skuad PSS. Selama dua musim bersama Laskar Sembada, ia membuktikan diri sebagai ujung tombak yang efektif di lini serang. Profesionalisme dan dedikasinya terhadap PSS tercermin jelas dalam narasi yang tertera pada profil arsip visual tersebut.
“Bergabung sejak tahun 2004, di tahun pertamanya Tocantins tidak mampu menyelamatkan PSS dari jurang degradasi. Capaian buruk tersebut Ia tebus di musim berikutnya. Tocantins berhasill membawa PSS Sleman kembali promosi ke kasta tertinggi dan menyabet penghargaan pemain terbaik Pegadaian Championship 2025/2026”
Kerja keras dan dedikasi profesional Gustavo Tocantins menumbuhkan optimisme di kalangan pencinta PSS terhadap kontribusinya. Hal tersebut tercermin dalam pesan penutup pada profil arsip visualnya.
“Dari kakinya, asa sering kali kembali ditumbuhkan. Gus yang kami cintai, Gustavo Tocantins”
(pssleman.id)
