Official Site PSS Sleman

PSSLEMAN.ID, SLEMAN – Persig Gunungkidul U15 benar-benar menjadi lawan tangguh bagi penggawa PSS Sleman U15 dalam babak enam besar Piala Soeratin DIY 2025 yang berlangsung pada hari Rabu (6/8/2025) siang di Lapangan Ahmad Zaeni, Godean.

Laga yang berakhir dengan dramatis ini dibuka dengan situasi yang sangat bertolak belakang. Pasalnya laga belum genap berjalan 60 detik pasukan muda Laskar Sembada sudah unggul 1-0 melalui Kalingga Haidar Al-Hafiz usai memanfaatkan situasi dari sepak pojok. Gol cepat ini pun membuat kepercayaan diri tim racikan Adityas Budi Santoso membumbung tinggi melakukan serangan bergelombang ke jantung pertahanan lawan.

Perlahan namun pasti, tim tamu membalikan keadaan dengan mendominasi serangan dengan mengandalkan serangan balik cepat ke lini belakang PSS Sleman U15. Tekanan terus-menerus kepada Dzulfikar Xeva Adiansyah, dan jajaran di lini belakang akhirnya berbuah manis ketika masa injury time babak pertama. Persig Gunungkidul U15 sukses menyamakan kedudukan usai mendapatkan tendangan penalti. Skor 1-1 menjadi penutup babak pertama.

Laga berlangsung ketat sejak peluit babak kedua berbunyi. Kedua tim saling menyerang demi menunjukan siapa yang lebih superior. Melihat kekuatan kedua tim berimbang, laga tampak akan berakhir imbang hingga akhirnya sebuah serangan cepat penggawa muda Laskar Sembada gagal diantisipasi lini belakang lawan membuahkan gol melalui Rayaka Amurwabhumi (79’).

Setelah laga usai, Pelatih Kepala PSS U15 mengapresiasi semangat juang anak asuhnya. Ia menilai bahwa kekuatan timnya mendapatkan lawan sepadan.

“Puji syukur alhamdulillah untuk hari ini, anak-anak harus ekstra kerja keras untuk meraih kemenangan. Sayangnya kami juga tidak cukup baik untuk memaksimalkan banyaknya peluang yang ada. Tentu saja laga hari ini menjadi peringatan bahwa lawan berikutnya tentu lebih kuat lagi,” ungkap Coach Adityas Budi Santoso memberikan keterangan.

“Mental pemain menjadi pembeda di laga sore ini. Para pemain bisa bermain tenang dalam kondisi tertekan dan akhirnya di penghujung laga dapat satu gol tambahan,” lanjutnya.

Catatan evaluasi juga diberikan Coach Adit kepada para pemainnya pada aspek kombinasi permainan, dan final decision yang masih terburu-buru.

“Catatan pada laga ini, yakni ada di masalah combination play di final third. Kami sering dalam kondisi menang jumlah atau sama jumlah tapi combination play tidak berjalan. Kemudian masalah eksekusi para pemain kurang baik, pengambilan keputusannya juga terlalu cepat, dan terburu-buru dalam melepaskan bola,” pungkasnya.

Kemenangan ini sekali lagi memperpanjang rekor tidak terkalahkan PSS Sleman U15, namun rekor tidak kebobolan harus terhenti di laga ini.

(pssleman.id)