
PSSLEMAN.ID, SLEMAN – PSS Sleman belum berhasil meraih hasil yang diharapkan pada laga kandang perdana BRI Super League 2026/2027. Menjamu Madura United FC di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (12/09/2026) sore, Super Elang Jawa harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 1-3. Kembali memainkan pertandingan kasta tertinggi di hadapan publik Sleman menjadi momentum yang telah lama dinantikan. Dukungan dari tribun mengiringi perjuangan PSS sepanjang 90 menit pertandingan. Namun, kerja keras di lapangan belum mampu dikonversi menjadi poin.
Sejak peluit awal wasit Nendi Rohaendy, PSS berusaha mengambil kendali permainan melalui penguasaan dan sirkulasi bola. Super Elang Jawa mencoba membangun serangan dengan sabar serta menekan pertahanan lawan. Namun, efektivitas di area akhir dan beberapa kesalahan dalam mengantisipasi transisi menjadi catatan yang harus dibayar mahal.
Madura United tampil lebih efektif dalam membaca momentum. Ketika PSS berusaha membangun tekanan, tim tamu mampu memanfaatkan ruang yang terbuka dan mengubah peluang menjadi gol. Kebuntuan pecah menjelang turun minum. Dimitar Georgiev Mitkov (45’) melepaskan tendangan jarak jauh yang membawa Madura United unggul 0-1 hingga berakhirnya babak pertama.
Memasuki babak kedua, PSS kembali mendapat pukulan cepat. Juan Danilo Santacruz Gonzalez (46’) menerobos lini pertahanan tuan rumah sebelum melepaskan tendangan melengkung untuk menggandakan keunggulan tim tamu menjadi 0-2.
PSS mencoba merespons melalui perubahan permainan dan rotasi pemain. Tekanan terus dibangun untuk mencari jalan kembali ke pertandingan. Namun, Madura United sekali lagi mampu memanfaatkan kesalahan antisipasi di lini pertahanan. Dimitar Georgiev Mitkov (67’) mencetak gol keduanya melalui sontekan setelah memanfaatkan umpan silang dan membawa tim tamu unggul 0-3.
Tertinggal tiga gol tidak membuat Super Elang Jawa berhenti berusaha. Dari tribun, dukungan kepada para penggawa PSS juga tidak surut. Nyanyian dan semangat terus mengiringi perjuangan tim hingga menit-menit akhir, menjadi pengingat bahwa pertandingan belum selesai selama peluit panjang belum dibunyikan. Kerja keras tersebut akhirnya menghasilkan gol pada menit ke-84. Matheus Fornazari menyambut situasi di depan gawang dengan sundulan terukur untuk memperkecil kedudukan menjadi 1-3.
Gol tersebut belum cukup mengubah hasil pertandingan. Peluit panjang memastikan Madura United membawa pulang tiga poin, sementara PSS harus menerima kekalahan kedua dalam dua pertandingan awal musim.
Hasil ini sekaligus menghadirkan evaluasi yang jelas bagi Super Elang Jawa. PSS mampu memainkan fase-fase pertandingan dengan penguasaan bola dan keberanian membangun serangan, tetapi efektivitas di sepertiga akhir, ketenangan dalam mengambil keputusan, serta disiplin ketika menghadapi transisi lawan masih harus diperbaiki. Di level tertinggi, kesalahan kecil dapat berubah menjadi konsekuensi besar.
Namun, dua pertandingan pertama bukanlah akhir dari perjalanan. Musim masih panjang dan ruang untuk bertumbuh masih terbuka. Kerja keras harus diteruskan dengan evaluasi, perbaikan, dan keberanian untuk bangkit.
Di tengah hasil yang belum berpihak, satu hal tetap berdiri kuat di Maguwoharjo: dukungan. Selama 90 menit, publik Sleman tetap berada di belakang timnya. Dukungan tersebut bukan sekadar suara dari tribun, melainkan energi sekaligus tanggung jawab bagi seluruh elemen PSS untuk terus bekerja dan memberikan jawaban di pertandingan berikutnya.
Dua laga telah berlalu tanpa poin. Tidak ada alasan untuk menutup mata terhadap kekurangan, tetapi juga tidak ada alasan untuk menyerah.
Evaluasi. Perbaiki. Bangkit. Perjalanan Super Elang Jawa masih panjang.
(pssleman.id)
