Official Site PSS Sleman

PSSLEMAN.ID, SLEMAN – Perjalanan pembinaan pemain muda tidak berhenti ketika seorang pemain menyelesaikan jenjang kelompok usia. Begitu pula perjalanan seorang pelatih dalam membentuk mereka. Di PSS Sleman, kesinambungan itu kini mendapatkan babak baru melalui Anang Hadisaputra dan Seto Nurdiyantoro. Setelah beberapa musim menahkodai PSS Muda, Ia melanjutkan perjalanan sebagai asisten pelatih tim senior, sementara Seto dipercaya sebagai Direktur PSS Akademi. Keduanya mengemban peran baru dengan satu tujuan: menjaga kesinambungan pembinaan PSS dari usia muda menuju tim utama.

Selama berada di PSS Muda, Anang menjadi bagian sentral dalam pengembangan pemain di berbagai jenjang usai, mulai U13, U15, U17 hingga U19. Bersama jajaran pelatih PSS Development Center, Ia turut membawa tim meraih prestasi di tingkat regional maupun nasional. Salah satu pencapaian besarnya membawa PSS U18 menjuarai Elite Pro Academy (EPA) musim 2023/2024.

Dengan berbekal pengalaman, dan prestasi gemilang tersebut, Anang Hadi mendapatkan tugas baru menjadi asisten pelatih di level senior. Sekaligus menunjukkan bahwa sistem pembinaan klub bersifat berjenjang, tidak hanya membuka jalan bagi pemain muda menuju tim utama, tetapi juga memberi ruang bagi pelatih untuk berkembang, dan mengambil tanggung jawab yang lebih besar di level senior.

Berkaitan dengan rekam jejak prestasi, sebelum berada di pinggir lapangan, Ia menjadi bagian dari skuad PSS mempersembahkan gelar juara Divisi Utama Liga Indonesia 2013 (LPIS). Peran sentral diembannya sebagai kapten tim dalam mengarungi persaingan pada era tersebut. Dari pemain, pelatih kelompok usia hingga kini menjadi bagian dari jajaran kepelatihan tim utama, perjalanan Anang menjadi sebuah garis pengabdian yang terus berlanjut.

Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PSS), Yoni Arseto, menyebut kepercayaan tersebut diberikan berdasarkan kemampuan serta kontribusi positif yang telah diberikannya dalam proses pembinaan pemain muda PSS selama beberapa tahun terakhir.

“Anang Hadisaputra bersama jajaran pelatih PSS Development Center telah memberikan kontribusi positif dalam beberapa tahun terakhir dengan menorehkan prestasi di tingkat regional DIY maupun nasional. Kini, Anang mendapat kesempatan untuk melanjutkan kontribusinya di tingkat senior sebagai asisten pelatih PSS,” tuturnya di Omah PSS, Kamis (03/09/2026) pagi WIB.

Seto Kembali, Menahkodai Regenerasi PSS
Bergeraknya Anang menuju tim utama membuka lembaran baru bagi PSS Muda. Estafet pembinaan kini berada di tangan Seto Nurdiyantoro, sosok yang memiliki sejarah panjang bersama Super Elang Jawa. Kembalinya Seto kali ini bukan untuk memimpin tim senior dari pinggir lapangan, melainkan menakhodai proses pembinaan dan regenerasi calon pemain profesional PSS sebagai Direktur PSS Akademi. Ia diharapkan memperkuat PSS Muda sebagai ruang lahir, dan berkembangnya talenta-talenta yang memiliki jalur menuju skuad utama.

Kepercayaan tersebut tidak lepas dari rekam jejaknya bersama PSS. Sebagai pemain, Seto membantu PSS menembus empat besar Liga Bank Mandiri pada musim 2003 dan 2004. Empat belas tahun kemudian, ia kembali menorehkan sejarah sebagai pelatih dengan mengantarkan PSS menjadi juara Liga 2 2018 sekaligus promosi ke Liga 1 2019.

Lebih dari sekadar prestasi, pengalaman Seto dalam mengembangkan, dan memberikan kepercayaan kepada pemain muda menjadi salah satu pertimbangan utama manajemen PSS. Kemampuannya memberi ruang bagi talenta muda berkembang, sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tuntutan sepak bola profesional, dinilai sejalan dengan arah pembinaan yang ingin terus diperkuat PSS.

“Sudah kita ketahui bersama, Coach Seto memiliki pengalaman panjang, semangat, serta kepercayaan memberikan ruang kepada pemain muda agar dapat berkontribusi bagi tim. Ditambah dengan lisensi kepelatihan yang dimilikinya, kami berharap perpaduan pengalaman, dan ilmu tersebut dapat menjadi bekal untuk melahirkan pemain-pemain muda potensial bagi PSS ke depannya,” tegas Yoni Arseto.

Kehadiran Seto diharapkan membawa PSS Muda tidak hanya mengejar prestasi kompetisi kelompok usia, tetapi juga membangun pembinaan yang mempersiapkan pemain menghadapi tuntutan sepak bola profesional.

Kesinambungan menjadi bagian penting dari masa depan Super Elang Jawa. Di sinilah peran Anang dan Seto saling terhubung. Anang bergerak dari pusat pembinaan menuju tim utama setelah tumbuh bersama sistem tersebut. Seto datang untuk melanjutkan sekaligus memperkuat fondasi pembinaan bagi generasi berikutnya.

Sebab, PSS tidak hanya dibangun oleh pemain yang memperkuat tim hari ini, tetapi juga oleh proses panjang di lapangan-lapangan latihan, para pelatih yang memahami karakter klub, serta pemain muda yang membawa mimpi untuk suatu hari mengenakan seragam tim utama. Dari PSS Muda menuju skuad utama, dari satu generasi menuju generasi berikutnya. Menjaga PSS bukan hanya tentang menghormati mereka yang pernah berjuang, tetapi memastikan selalu ada generasi baru yang siap meneruskan perjuangan untuk Laskar Sembada.

(pssleman.id)