
PSSLEMAN.ID, SLEMAN – Menutup pekan ke-16 Pegadaian Championship 2025/2026, PSS Sleman masih tertahan di posisi kedua grup timur setelah ditahan imbang Persela Lamongan dengan skor 1-1. Duel sengit ini berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada hari Minggu (18/1/2026) sore.
Mengakhiri babak pertama, skuad Laskar Sembada sempat berada di puncak klasemen setelah unggul 1-0 melalui gol Gustavo Tocantins (37’). Namun, kesempatan tersebut tertutup setelah Titan Agung (84’) berhasil membawa Laskar Joko Tingkir menyamakan kedudukan hingga peluit akhir pertandingn berbunyi.
Meskipun kemenangan lepas dari genggaman, semangat juang serta kerja keras para penggawa tetap mendapatkan apresiasi dari pelatih, selain itu menjadi menjadi modal berharga untuk menghadapi laga-laga selanjutnya.
“Yang pertama, kita tetap berikan apresiasi seluruh pemain. Saya kira ini pertandingan yang paling bagus yang saya lihat di sore hari ini,” ujar Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis di sesi jumpa pers pasca pertandingan.
Kemenangan yang sudah di depan mata menjadi sirna, menurut Ansyari Lubis hilang karena kehilangan fokus dan konsetrasi di momen-momen krusial. Hasil ini imbang ini menjadi catatan penting bagi PSS Sleman untuk terus melakukan evaluasi, khususnya fokus dan konsentrasi di momen-momen krusial.
“Dan kita dihukum oleh ketidakkonsentrasian pemain yang menyebabkan hilang fokus di akhir-akhir pertandingan. Sehingga kita dihukum oleh gol mereka. Jadi ini jadi satu evaluasi yang akan kita tingkatkan,” lanjutnya.
Ansyari Lubis menegaskan kembali bahwa kehilangan fokus membuat kemenangan yang sudah direngkuh menjadi lepas sehingga hal ini merugikan tim PSS sendiri.
“Jadi sebelum 90 menit berakhir, itu berarti kita belum menang. Jadi yang paling saya, bukan kesel ya, tapi kehilangan fokus ini sangat berbahaya di menit-menit akhir. Jadi kedepannya ini akan jadi PR kita,” pungkasnya.
(pssleman.id)
