
PSSLEMAN.ID, SLEMAN – PSS Sleman U20 melanjutkan tren positif dengan meraih kemenangan kedua. Gol sundulan Abdul Qadeer Harun menit ke-7 melalui situasi sepak pojok menjadi penentu kemenangan sekaligus membawa Laskar Sembada Muda mencatat dua kemenangan beruntun dalam dua pertandingan di Grup C EPA One 2026/2027 melawan Persebaya U20.
Duel seru kedua tim berlangsung di Stadion Tridadi, Sleman, Minggu (04/10/2026) sore WIB. Pertandingan berjalan dalam tempo kompetitif dengan kedua tim berupaya mengembangkan permainan sejak menit awal.
Pelatih Kepala PSS Sleman U20, Sansan Susanpur, menilai terdapat perbedaan mental dan permainan anak asuhnya dibandingkan pertandingan sebelumnya. Pada laga pertama, ia menilai sejumlah pemain mengalami demam panggung karena tampil di hadapan pendukung sendiri.
“Ada perbedaan antara pertandingan hari pertama dan kedua. Kami sudah melihat situasi anak-anak, terutama dari sisi mental. Pasti ada demam panggung karena mereka bermain di kandang sendiri. Pada babak pertama, kami juga melihat mereka sedikit tegang. Namun, pada babak kedua kami bisa lebih mencairkan suasana,” ujar Sansan.
Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangan mental para pemain. Bahkan, meski PSS U20 harus menerima dua kartu merah, Sansan tetap memberikan apresiasi terhadap kontribusi seluruh pemain dalam pertandingan.
“Meski demikian, tetap kami apresiasi. Ada dua kartu merah, tetapi saya akan tetap melindungi mereka karena mereka juga merupakan bagian dari kontribusi tim,” katanya.
Memasuki pertandingan kedua, PSS U20 sudah memiliki gambaran mengenai permainan Persebaya U20. Sansan mengaku telah memperkirakan lawan akan mempertahankan pendekatan permainan yang sama meskipun melakukan perubahan komposisi pemain.
“Untuk pertandingan hari ini, saya sudah memperkirakan Persebaya akan bermain dengan cara yang sama, meskipun dengan pemain yang berbeda. Namun, hari ini kami bermain lebih cair, lebih menikmati pertandingan, dan tidak memiliki beban yang begitu signifikan. Sehingga, anak-anak bisa bermain lebih nyaman. Mungkin itu perbedaannya,” tutur Sansan.
Ketenangan tersebut juga dibangun melalui komunikasi antarpemain. Sebelum pertandingan kembali berjalan, Sansan tidak memberikan banyak instruksi di ruang ganti. Fokus utama justru diarahkan pada komunikasi dan pemahaman terhadap pola permainan yang telah dilatih.
“Yang jelas, kunci utamanya adalah komunikasi. Ada beberapa petunjuk yang harus saya sampaikan bahwa kami sudah berlatih bagaimana melakukan wing play, midfield play, stopper play, bagaimana posisi gelandang bertahan, dan defend direct. Selain itu, setiap pemain harus memberikan kontribusi, baik dalam attacking maupun defending,” jelasnya.
Sansan juga memberikan ruang kepada para pemain untuk berkomunikasi satu sama lain. Sekitar 10 menit diberikan agar pemain dapat membangun kembali koneksi secara psikologis sebelum melanjutkan pertandingan.
“Setelah itu, saya memberikan waktu sekitar 10 menit kepada mereka untuk berbicara satu sama lain. Itu merupakan salah satu mekanisme agar secara psikologis mereka kembali menyatu dan suasana menjadi lebih cair. Dengan begitu, mereka tidak terlalu tegang dan bisa saling memberikan informasi,” ucapnya.
Kemenangan atas Persebaya U20 sekaligus menunjukkan perkembangan PSS U20 dalam mengelola tekanan pertandingan. Tidak hanya mengandalkan aspek teknis dan taktik, skuad muda Laskar Sembada juga terus membangun komunikasi serta ketenangan sebagai bagian dari proses menuju penampilan yang lebih matang sepanjang kompetisi EPA 2026/2027.
(pssleman.id)
