
PSSLEMAN.ID, SLEMAN – Perjalanan panjang telah dilalui PSS Sleman di kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026 dari pekan perdana hingga pekan terakhir dengan ditutup kemenangan dari PSIS Semarang pada hari Minggu (3/5/2026) sore di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Kemenangan ini pun begitu penting bagi Laskar Sembada pasalnya menjadi satu tiket otomatis promosi ke Super Liga 2026/2027.
Dalam wawancara pasca pertandingan, Pelatih Kepala, Ansyari Lubis memberikan jawaban saat ada pertanyaan terkait pekan yang paling berat menghadapi PSS di gelaran kompetisi ini. Menurutnya, seluruh pertandingan memiliki tingkat kesulitan yang sama dan harus dijalani secara bertahap.
“Sebenarnya semua pekan itu berat buat kita. Kalau ini kan penghujung, artinya semuanya harus step-by-step. Kalau kita pikir dari belakang itu susah untuk mengatakan karena setiap pertandingan itu berat,” ujar Ansyari Lubis di sesi wawancara di Ruang Media Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan tim hingga titik saat ini tidak lepas dari konsistensi para pemain dalam menjalankan setiap instruksi yang diberikan. Meski menghadapi tekanan di setiap laga, para pemain mampu merespons dengan baik di lapangan.
“Semua pemain bisa menjalankan semua instruksi dan berhasil, sehingga kita bisa sampai di posisi sekarang ini,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perjalanan tim di fase akhir kompetisi merupakan hasil dari kerja keras kolektif dan kemampuan menjaga konsistensi di setiap pertandingan.
(pssleman.id)
