Official Site PSS Sleman

PSSLEMAN.ID, SLEMAN – Kolaborasi PSS Muda Academy (PMA) dengan Carrick Rangers FC membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman kepelatihan bagi kedua akademi. Perbedaan karakter sepak bola Indonesia dan Irlandia Utara dinilai dapat menjadi kekuatan untuk saling melengkapi. CEO Carrick Rangers FC, Peter Clarke, menyebut perbedaan standar dan gaya kepelatihan menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk saling belajar.

“Di tingkat internasional terdapat standar dan gaya kepelatihan yang berbeda. Masing-masing memiliki kelebihan, sehingga ada banyak hal yang bisa dipelajari oleh kedua akademi. Yang penting adalah bagaimana kami memadukan pengalaman dan pendekatan dari kedua pihak menjadi metode kepelatihan yang konsisten,” ungkapnya memberikan keterangan Rabu (30/09/2026) sore di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Menurut Peter, pendekatan tersebut tetap perlu menyesuaikan karakter pemain, termasuk dalam menentukan gaya bermain dan taktik.

“Kami tidak ingin mengubah pemain agar mengikuti satu gaya tertentu. Sebaliknya, gaya bermain dan taktik harus disesuaikan dengan kemampuan pemain yang kita miliki,” katanya.

Setelah mengikuti latihan pemain PMA, ia memberikan penilaian positif terhadap kualitas yang ditemuinya. Kemampuan teknis serta potensi pengembangan pemain menjadi salah satu hal yang menarik perhatian dirinya.

“Para pelatih dari Carrick Rangers FC sudah bekerja selama dua hari bersama para pemain putra dan putri. Mereka cukup terkejut dengan kualitas yang kami lihat. Kualitas pemain sangat baik, terutama dari sisi kemampuan teknis. Kami melihat bahwa dengan tambahan pembinaan serta penerapan beberapa pendekatan kepelatihan yang berbeda, para pemain ini memiliki peluang untuk berkembang ke level yang lebih tinggi,” tuturnya.

Peter juga mengapresiasi kemampuan pemain dalam menerima materi latihan baru. Menurutnya, kecepatan memahami instruksi menunjukkan kemampuan berpikir dan beradaptasi yang penting bagi perkembangan pemain.

“Salah satu hal yang sangat menginspirasi adalah kecepatan mereka dalam memahami apa yang disampaikan oleh para pelatih. Para pelatih melihat bahwa pemain mampu memahami instruksi dengan sangat cepat. Hal itu menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan berpikir dan pemahaman yang baik terhadap permainan,” terang Peter Clarke.

Ia menilai karakter tersebut menjadi modal penting karena pemain tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan berbagai pendekatan kepelatihan.

“Untuk menjadi pemain sepak bola yang baik, seseorang tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir dan beradaptasi dengan metode kepelatihan yang baru. Yang sangat positif, para pemain sudah mampu beradaptasi dengan metode yang diberikan hanya dalam satu sesi latihan. Itu sangat luar biasa,” ungkapnya.

Dari pengamatan tersebut, Peter juga melihat sejumlah karakter pemain Indonesia yang dapat melengkapi pendekatan Carrick Rangers FC, terutama keterampilan, kecepatan, dan akselerasi.

“Dari apa yang kami lihat di Indonesia, para pemain memiliki banyak keterampilan, kecepatan, dan akselerasi. Karakteristik tersebut dapat menjadi pelengkap yang baik terhadap pendekatan yang kami lakukan di Irlandia,” sebutnya

Pertukaran tersebut tidak berjalan satu arah. Carrick Rangers FC berbagi pengalaman dan metode yang dikembangkan di Eropa, sementara PSS juga menjadi sumber pembelajaran bagi klub asal Irlandia Utara tersebut.

“Namun, kerja sama ini bukan komunikasi satu arah. Kami juga ingin belajar dari PSS. Jadi, ini merupakan proses pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang memberikan manfaat bagi kedua akademi,” pungkasnya.

Melalui Coaching Clinic, kedua akademi tidak hanya memperkenalkan pendekatan latihan masing-masing, tetapi juga menemukan aspek yang dapat saling melengkapi. Bagi Peter, proses tersebut menjadi pijakan untuk mengembangkan sinergi yang lebih luas antara PSS Muda dan Carrick Rangers FC.

(pssleman.id)