
PSSLEMAN.ID, SLEMAN – Tiga laga awal BRI Super League 2026/2027 meninggalkan sejumlah pekerjaan rumah bagi PSS Sleman. Jeda FIFA Match Day selama tiga pekan pun dimanfaatkan Pieter Huistra memberikan mengevaluasi permainan sekaligus mencari formula yang lebih tepat, salah satunya melalui pembenahan struktur dan komposisi lini tengah.
Bersama jajaran pelatih, Pieter Huistra menjadikan periode ini sebagai ruang membenahi sejumlah aspek permainan, termasuk struktur tim, komposisi lini tengah, dan organisasi pertahanan. Evaluasi tersebut diarahkan menemukan formula permainan yang lebih sesuai dengan karakter pemain yang dimiliki.
Dalam beberapa pertandingan awal, Christophe maupun Cleberson ditempatkan di lini tengah. Menurut Pieter, pilihan tersebut dilakukan untuk memberikan perlindungan tambahan ketika tim berada dalam fase bertahan.
“Saat ini kami menempatkan Christophe atau Cleberson di lini tengah membantu tim mendapatkan keseimbangan dalam bertahan. Namun, ketika tim sudah lebih stabil, kemungkinan tidak lagi membutuhkan tambahan pemain bertahan di posisi tersebut,” tuturnya, Senin (26/09/2026) pagi.
Memainkan kedua pemain tersebut, lanjut Pieter, bukan merupakan komposisi ideal untuk jangka panjang. Ia justru ingin lini tengah PSS kembali diisi pemain yang memiliki karakter natural sebagai gelandang sehingga fungsi dan peran setiap pemain dapat berjalan lebih optimal.
Pieter menyebut sejumlah opsi yang bisa diterapkan, mulai dari Dion bersama Moussa, Dion bersama Diyar, Moussa bersama Diyar, hingga Arda. Menurutnya, para pemain tersebut memiliki karakter yang sesuai dengan kebutuhan lini tengah PSS.
“Pada akhirnya, kami ingin memainkan para gelandang murni di lini tengah. Komposisinya bisa Dion bersama Moussa, Dion bersama Diyar, Moussa bersama Diyar, atau Arda. Mereka memiliki karakter sebagai gelandang dan itu yang menjadi tujuan kami,” jelasnya.
Pilihan tersebut juga akan semakin terbuka dengan kembalinya Fred. Pieter menilai kehadiran pemain tersebut dapat menambah opsi sekaligus memberikan kontribusi terhadap permainan PSS ketika kompetisi kembali bergulir.
“Tentu saja, jika Fred sudah kembali, kehadirannya juga akan sangat membantu tim,” katanya.
Jeda tiga pekan menjadi momentum PSS membenahi hasil evaluasi, salah satunya melalui pematangan organisasi lini tengah. Perbaikan ini diharapkan memperkuat struktur permainan dan menjadi pijakan PSS menghadapi lanjutan kompetisi.
(pssleman.id)
