Official Site PSS Sleman

PSSLEMAN.ID, SLEMAN – Setelah absen selama satu musim dari kompetisi Elite Pro Academy (EPA), PSS Sleman melalui PSS Muda Academy (PMA) kembali ambil bagian pada musim 2026/2027. Kembalinya PMA ditandai dengan keikutsertaan tiga kelompok usia, yakni PSS U16, U18, dan U20. Ketiganya kini memasuki tahap akhir persiapan menuju kompetisi yang dijadwalkan mulai bergulir pada Sabtu (3/10/2026) mendatang.

Memasuki dua pekan sebelum kompetisi, persiapan tim berada pada fase penting. Fokus latihan mulai diarahkan pada penyempurnaan permainan sekaligus memastikan pemain berada dalam kondisi terbaik saat pertandingan resmi dimulai. Aspek yang dipersiapkan mencakup teknik, fisik, taktik, hingga mental.

Tim Analisis PSS Muda Academy, Marlinaldi Rahman, menjelaskan bahwa dua hingga tiga pekan menjelang kompetisi merupakan fase prakompetisi. Pada tahap ini, latihan tidak lagi berfokus pada membangun kemampuan dasar, melainkan memastikan setiap kemampuan tersebut dapat diterapkan secara efektif dalam pertandingan.

“Dari sisi teknik, pemain terus diasah melalui berbagai kemampuan dasar, terutama kualitas passing dan dribbling. Selain kemampuan teknik, pemain juga harus memiliki kemampuan membaca permainan. Skill seperti scanning atau awareness harus ada,” ujarnya usai latihan sore di Lapangan Macanan, Madurejo, Prambanan, Selasa (15/9/2026) sore.

Scanning merupakan kemampuan pemain untuk terus mengamati situasi di sekelilingnya sebelum menerima maupun memainkan bola. Sementara awareness berkaitan dengan kesadaran pemain terhadap posisi rekan, lawan, ruang, dan situasi pertandingan. Kemampuan tersebut menjadi bagian penting agar pemain dapat mengambil keputusan dengan lebih cepat di lapangan.

Kemampuan teknis tersebut kemudian berjalan beriringan dengan kesiapan fisik. Memasuki fase prakompetisi, beban latihan fisik dengan intensitas tinggi mulai diturunkan melalui proses tapering. Tahap ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada tubuh pemain mencapai kondisi kebugaran yang optimal setelah menjalani rangkaian latihan sebelumnya.

“Langkah ini dilakukan agar pemain mencapai kondisi kebugaran terbaik saat kompetisi dimulai sekaligus membantu mengurangi risiko cedera,” jelasnya.

Setelah kondisi fisik diarahkan menuju performa terbaik, perhatian berikutnya tertuju pada aspek taktik. Tim mulai mematangkan skema permainan yang akan digunakan, mempertajam penyelesaian akhir, serta memperkuat situasi bola mati.

Evaluasi terhadap proses latihan dan pertandingan pramusim menjadi bagian dari tahap tersebut. Game internal maupun uji tanding digunakan untuk melihat sejauh mana pemain mampu menerapkan konsep permainan sekaligus menemukan detail yang masih perlu diperbaiki.

“Pada aspek taktik, kami melakukan pembenahan dan evaluasi dari game internal serta uji tanding pramusim. Dua hal ini menjadi bagian penting untuk memperbaiki detail permainan sebelum kompetisi resmi bergulir,” urainya.

Pembinaan Mental dan Pendampingan Akademis
Persiapan menuju EPA juga mencakup aspek mental. Sebagai pemain muda, kemampuan menghadapi tekanan pertandingan menjadi bagian yang turut dibentuk selama proses pembinaan. Menurut Marlinaldi Rahman, pemain juga dibekali pemahaman mengenai resiliensi mental, yaitu kemampuan untuk menghadapi tekanan, melewati periode penurunan performa, dan kembali bangkit tanpa kehilangan kepercayaan diri.

“Menjaga resiliensi mental pemain, termasuk mengantisipasi fase penurunan performa atau slump, dilakukan melalui konseling rutin maupun sesi motivasi. Hal tersebut membantu pemain belajar bangkit dari kekalahan tanpa kehilangan kepercayaan diri,” tuturnya.

Di luar lapangan, PMA juga memberikan perhatian terhadap pendidikan pemain. Aktivitas sebagai pesepak bola muda berjalan beriringan dengan kewajiban mereka sebagai pelajar sehingga pengaturan jadwal menjadi bagian dari proses pembinaan.

“Kami juga berupaya menjaga keseimbangan antara sekolah dan sepak bola. Jadwal latihan diatur seefektif mungkin agar pemain dapat menjalankan kewajiban akademis sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tuntutan kompetisi,” ucapnya.

Bagi PSS Muda Academy, kesiapan menghadapi EPA dengan demikian bukan hanya mengenai kemampuan pemain saat berada di lapangan. Teknik, fisik, taktik, dan mental dipersiapkan secara beriringan, sementara pendidikan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan pemain muda. Melalui proses tersebut, PMA berupaya membentuk pemain yang siap berkompetisi sekaligus memiliki fondasi karakter dan tanggung jawab yang dapat menjadi bekal dalam perjalanan mereka, baik di dalam maupun di luar sepak bola

(pssleman.id)