
PSSLEMAN.ID, SLEMAN – Trofi Piala Soeratin DIY 2026 Kategori U15 telah berada dalam genggaman PSS Sleman. Namun bagi skuad muda Super Elang Jawa, keberhasilan tersebut bukan akhir perjalanan. Tantangan yang lebih besar kini menanti di putaran nasional. PSS memastikan gelar juara setelah menundukkan Mataram Utama dengan skor telak 3-0 pada pertandingan final di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Minggu siang (30/08/2026).
Kemenangan tersebut sekaligus memperlihatkan perkembangan PSS setelah kedua tim sebelumnya bertemu pada fase penyisihan dan bermain imbang 2-2. Pada pertemuan kedua yang menentukan gelar juara, Andrea Jaya Pratama dan kolega tampil lebih matang dan efektif untuk menuntaskan pertandingan dengan kemenangan tiga gol tanpa balas.
Peluit panjang seketika mengubah ketegangan yang menyelimuti para pemain, pelatih dan ofisial sepanjang pertandingan menjadi luapan kegembiraan. Medali emas dikalungkan, trofi diangkat, dan perjuangan sepanjang Piala Soeratin DIY akhirnya terbayar dengan gelar juara.
Namun, euforia itu tidak dibiarkan berlangsung terlalu lama. Pelatih Kepala PSS U15, Muhammad Nur Huda, mengingatkan anak asuhnya bahwa gelar juara tingkat regional merupakan satu tahapan dari perjalanan yang masih harus mereka lanjutkan. Putaran nasional kini menjadi tantangan berikutnya sekaligus kesempatan bagi PSS untuk menguji perkembangan tim pada level yang lebih tinggi.
“Kita tetap fokus lagi ke putaran nasional. Hasil ini wajib kami syukuri, setelah itu kembali bersiap menghadapi putaran nasional,” ujarnya seusai pertandingan.
Semangat yang sama disampaikan Andrea Jaya Pratama. Pemain sayap PSS U15 yang turut mencetak gol pada pertandingan final tersebut mengaku bahagia melihat perjalanan panjang bersama rekan-rekannya berbuah gelar juara. Bagi Andrea, keberhasilan di tingkat DIY justru melahirkan mimpi berikutnya.
“Perasaan saya sangat senang sekali. Hasil tidak mengkhianati proses. Semoga ke depannya semakin baik dan bisa juara Soeratin nasional,” tegasnya.
Di balik ambisi tersebut, perjalanan Andrea juga menyimpan cerita tentang pengorbanan yang menyertai proses seorang pemain muda mengejar mimpinya. Latihan demi latihan tidak hanya dijalani Andrea seorang diri. Ada kedua orang tuanya yang setiap hari menempuh perjalanan dari Gunungkidul untuk mengantarkannya berlatih. Dukungan yang mungkin tidak terlihat di atas lapangan, tetapi menjadi bagian penting dari perjalanan Andrea hingga berdiri sebagai juara bersama PSS.
Ia pun mendedikasikan rasa terima kasihnya kepada keluarga, jajaran pelatih serta rekan-rekan setim yang terus membersamai proses tersebut.
“Terima kasih khusus kepada kedua orang tua yang telah mengantar saya dari Gunungkidul ke tempat latihan setiap hari. Semoga mereka sehat selalu,” tuturnya.
Gelar Piala Soeratin DIY 2026 akhirnya menjadi buah dari proses panjang itu. Tetapi perjalanan PSS U15 belum selesai. Dari Mandala Krida, skuad muda Super Elang Jawa kini membawa satu modal penting menuju panggung berikutnya: status juara DIY dan keberanian untuk membawa mimpi mereka lebih jauh di Piala Soeratin tingkat nasional.
(pssleman.id)
