Official Site PSS Sleman

PSSLEMAN.ID, SLEMAN – Gairah sepak bola sebagai ruang aspirasi publik tentu saja tidak lepas dari partisipasi serta antusiasme tinggi para pendukungnya yang menghidupakan atmosfer tribun stadion dalam mendukung tim kebanggaannya.

Sebagai salah satu klub sepak bola di Indonesia, PSS Sleman memiliki identitas yang sangat lekat dengan hal tersebut. Dari sinilah muncul ketertarikan Christophe Nduwarugira untuk bergabung membela Super Elja serta merasakan atmosfer dukungan yang begitu besar.

Menurut saya, atmosfernya sangat bagus. Saya sangat bersemangat untuk segera bermain dalam pertandingan. Karena sampai sekarang saya bahkan belum memainkan satu pertandingan pun. Mungkin saya belum tahu apakah itu besok atau lusa, tetapi saya terus berlatih dan fokus untuk mempersiapkannya. Saya sudah menantikannya,” ungkapnya di Lapangan Pakembinangun pada hari Rabu (19/8/2026) sore.

Membagikan pandangannya, Christophe Nduwarugira menyebutkan atmosfer dukungan suporter sangat luar biasa bagi Super Elja. Dorongan itu menjadi motivasi besar bagi tim untuk terus berjuang dalam mewujudkan target tim di akhir musim.

“Target saya bersama PSS adalah menjalani semuanya pertandingan demi pertandingan. Tidak perlu berpikir langsung ingin menjadi juara. Tidak seperti itu. Kami harus menjalaninya pertandingan demi pertandingan. Saya optimis kami bisa meraih sesuatu yang sangat baik pada tahun ini,” pungkasnya.

Bahasa dan Kedekatan Jadi Kunci Adaptasi Nduwarugira
Sepak bola adalah ruang belajar bagi setiap insan yang berada di lingkarnya. Perbedaan yang terjadi pun bisa melebur karena sepak bola adalah gambaran nyata manusia sebagai makhluk sosial yang membutuhkan komunikasi untuk beradaptasi.

Tentu saja dengan membangun kedekatan antar pemain proses adaptasi menjadi hal yang mudah dalam membangun soliditas dan chemistry dalam tim.  Dengan alasan inilah Christophe Nduwarugira menyebutkan dirinya memiliki hubungan dekat dengan penggawa PSS.

Saya pikir dengan semua pemain, mereka semua teman. Saya sudah berada di Indonesia selama dua tahun, jadi saya mengenal banyak pemain PSS. Hubungan kami tentu akan mudah terjalin karena sebelumnya saya sudah berada di sini selama dua tahun,” ujarnya.

Jelang bergulirnya Super League 2026/2027, proses adaptasi menjadi hal krusial bagi pemain baru di sebuah klub untuk membentuk hubungan yang kuat baik di luar dan dalam lapangan menghadapi tempaan kompetisi yang panjang.

“Proses adaptasi bagi saya juga akan mudah karena saya sudah pernah berada di sini. Saya sudah mengenal beberapa hal, seperti bahasa dan makanan. Saya tahu banyak hal tentang kehidupan di sini, termasuk makanan dan bahasa Indonesia. Sekarang saya juga mulai sedikit memahami bahasa Indonesia. Jadi, menurut saya, proses adaptasi saya berjalan dengan sangat baik,” tutur Christophe Nduwarugira.

Meskipun memiliki pengalaman hidup di Indonesia selama dua tahun, pemain asal Burundi ini menyebutkan dirinya tidak ingin berhenti belajar bahasa Indonesia untuk memudahkan dirinya beradaptasi di lingkungan baru.

“Sekarang saya sudah tahu banyak kata dalam bahasa Indonesia. Saya sudah berada di sini selama dua tahun, jadi saya memang harus belajar bahasa Indonesia,” katanya.

(pssleman.id)