
PSSLEMAN.ID, SLEMAN – Setengah abad telah dilalui Perserikatan Sepak bola Sleman (PSS) di panggung sepak bola Indonesia, mengarungi ribuan menit laga yang sarat kisah, luka, harapan, dan kejayaan. Sejak pertama kali lahir pada Kamis Kliwon, 20 Mei 1976, PSS tumbuh sebagai perjalanan panjang yang tidak hanya ditulis oleh skor dan statistik, tetapi juga oleh denyut emosi, perjuangan, dan mimpi yang tak pernah padam dari masa ke masa.
Sebagai upaya merawat jejak waktu bagi generasi yang akan datang, keluarga besar Super Elang Jawa menghadirkan Mini Museum 50th PSS yang menjadi sebuah ruang kenangan yang merekam perjalanan panjang klub dari 1976 hingga 2026. Selain itu museum temporer menjadi tempat bagi setiap kisah, perjuangan, dan kejayaan abadi dalam ingatan sejarah yang tak lekang oleh zaman.
Momentum ini turut mendapat sambutan hangat dari Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang hadir memberikan dukungan penuh. Dalam kunjungannya, ia tidak hanya menyampaikan apresiasi, tetapi juga menitipkan harapan agar inisiatif ini terus berlanjut dan berkembang yang menguatkan ingatan untuk masa depan.
“Keberadaan mini museum ini artinya untuk pembelajaran bagi kita semuanya bisa melihat, menyaksikan bukti sejarah perjalanan PSS sampai hari ini. Tentu kami dari pemerintah Kabupaten Sleman matur nuwun sanget pada teman-teman semuanya,” tuturnya memberikan apresiasi di Locker Room Stadion Maguwoharjo pada hari Jumat (22/5/2026) siang waktu setempat.
Harda Kiswaya menyebutkan bahwa waktu perencanaan kegiatan Mini Museum dengan waktu yang terbatas belum sepenuhnya mampu mengakomodasi gagasan secara optimal. Namun demikian, ia menilai langkah ini tetap merupakan inisiatif yang baik, meski memanfaatkan area di Koridor Barat Stadion Maguwoharjo.
“Oleh karena itu, kami berharap Pemerintah Kabupaten Sleman ke depan dapat menyediakan ruang khusus di kawasan stadion untuk museum ini, sebagai bentuk kebanggaan bersama masyarakat Sleman,” ungkap Harda Kiswaya.
Mengakhiri wawancara, Harda Kiswaya berharap Pemkab Sleman memiliki satu visi dengan stake holder serta pendukung PSS dalam mewujudkan tempat yang layak bagi museum tersebut. Menurutnya, hal ini merupakan sarana edukasi yang sangat baik bagi anak-anak dan seluruh pecinta sepak bola di mana pun berada.
(pssleman.id)
