Official Site PSS Sleman

PSSLEMAN.ID, SLEMAN – Perjalanan 50 tahun Perserikatan Sepak bola Sleman (PSS)  di kancah sepak bola nasional adalah kisah panjang yang penuh makna, di mana Laskar Sembada hadir bukan hanya sebagai klub kebanggaan masyarakat Sleman, tetapi juga simbol perjuangan dan semangat pantang menyerah. Dalam perjalanannya, PSS mengalami berbagai momen penting di lapangan hijau, mulai dari kemenangan dramatis hingga masa-masa sulit penuh tekanan dan ujian. Dinamika inilah yang membentuk karakter dan identitas klub dari waktu ke waktu.

Salah satu sosok penting yang ikut berjuang pada fase tersebut adalah Muhammad Eksan. Legenda hidup PSS ini berperan besar saat promosi ke level tertinggi sepak bola Indonesia dari Divisi Satu 1999/2000. Berposisi sebagai ujung tombak, dia menjalankan tugasnya dengan baik dan bahkan menjadi pencetak gol terbanyak pada musim tersebut dengan torehan 13 gol.

Perpaduan kerja keras di lapangan dan kekuatan spiritual menjadi dorongan besar yang membawa PSS promosi ke Divisi Utama musim selanjutnya. Pencapaian ini mencerminkan bukan hanya kualitas teknis, tetapi juga ketangguhan dalam menjalani proses panjang penuh tantangan dan pengorbanan.

Mencuplik dari booklet Mini Museum 50th PSS Sleman, M. Eksan menututurkan bahwa PSS berhasil menembus kompetisi tertinggi pada waktu itu tidak lepas dari aspek teknis dan non teknis.

“Mbak Kidi (H. Sukidi Cokro Suwignyo) sebagai manajer tim meminta saya dan M. Muslih untuk melakukan tirakat beberapa malam sebelum pertandingan penting penentuan promosi lawan PSB Bogor. Kami berdua diminta untuk bangun tengah malam, melafal doa-doa tanpa putus,” ujarnya.

Kerja keras di lapangan yang disertai doa dan keyakinan akhirnya berbuah hasil pada laga penentuan. PSS berhasil menaklukkan PSB Bogor dengan skor 2:1, berkat gol penentu M. Eksan di menit-menit akhir pertandingan. Kemenangan tersebut mengantarkan PSS untuk pertama kalinya melangkah ke kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia.

“Dari sudut sempit, saya berhasil mencetak gol melalui kaki kiri yang tidak terlihat kiper lawan. Ora weruh ngerti-ngerti mlebu. Momen tersebut menjadi awal kisah sebutan ‘gol setan’,” ungkapnya.

Sebelumnya, M. Eksan mencatatkan momen bersejarah saat membawa PSS Sleman menang telak 6:1 atas Persiba Balikpapan pada babak delapan besar di Stadion Tridadi, pada hari Minggu (14/5/2000). Dalam pertandingan tersebut, dia tampil gemilang dengan mencetak lima dari enam gol PSS Sleman, masing-masing pada menit ke-12, 55, 69, 72, dan 88.

Pencapaian individu tersebut merupakan hal yang luar biasa bagi M. Eksan. Hingga saat ini, ia masih tercatat sebagai satu-satunya pemain Super Elang Jawa yang berhasil mencetak 5 gol dalam satu pertandingan kompetisi resmi. Rekor tersebut belum mampu disamai oleh pemain PSS lainnya hingga sekarang.

Mengakiri wawancara, menurutnya apa yang telah terjadi pada saat itu sangat berkaitan dengan kerja keras saat latihan serta doa yang tak putus kepada Sang Maha Kuasa.

(pssleman.id)