
PSSLEMAN.ID, SLEMAN – Hasil buruk PSS Sleman pada pekan ke-24 Pegadaian Championship 2025/2026 saat laga tandang lawan PS Barito Putera pada hari Sabtu (11/4/2026) silam berdampak persaingan semakin ketat. Pasalnya, selisih poin yang semakin mepet dengan dua tim di bawahnya memberikan tekanan besar bagi Laskar Sembada untuk tiga pertandingan terakhir di kompetisi ini.
Menanggapi situasi di klasemen, Direktur Teknik, Pieter Huistra tetap optimis dan percaya diri para pemainnya mampu melewati tekanan tersebut karena kendali nasib tim berada di tangan sendiri. Dalam pandangannya, dua tim pesaing berada dalam situasi tergantung dengan tim lain dan masih tertinggal. Sementara itu, PSS masih memegang kendali atas nasib sendiri.
“Tapi memang, kami harus berjuang untuk poin penuh di tiga pertandingan terakhir ini. Tetap tenang dan percaya pada kualitas sendiri. Itu yang paling penting,” tegasnya setelah latihan reguler di Lapangan Pakembinangun pada hari Rabu (15/4/2026) sore waktu setempat.
Dia menegaskan target maksimal yang harus diraih Laskar Sembada dalam tiga laga penentuan demi menjaga peluang ke final, yakni sapu bersih kemenangan. Ia menilai kemenangan sempurna menjadi kunci agar tim tetap berada dalam kendali persaingan.
“Saya pikir kami harus menang tiga kali, jadi sembilan poin. Dengan begitu kita masih memegang kendali. Kami harus memenangkan tiga pertandingan ini untuk bisa melaju ke final,” imbuh Pieter Huistra.
Mantan pemain Glasgow Rangers ini menilai jadwal pertandingan yang akan dijalani penggawa Laskar Sembada secara hitung-hitungan matematis menguntungkan, terutama karena adanya dua laga kandang yang bisa dimaksimalkan untuk meraih hasil positif.
“Tentu saja hal itu menjadi keuntungan. Kami memiliki dua laga kandang, dan itu selalu menjadi keuntungan. Selain itu, masih ada satu laga tandang, jadi kami harus tetap siap untuk hal itu,” tegasnya.
Menilik ulang hasil pertandingan di putaran pertama dan kedua, PSS selalu meraih kemenangan dari Persiku, Persiba dan PSIS. Hal tersebut menjadi situasi positif bagi Kim dan kolega. Dia menegaskan bahwa hasil positif memang patut diapresiasi, namun belum bisa dijadikan tolok ukur utama.
“Itu bagus, tapi tidak berarti banyak. Karena tiga pertandingan ini benar-benar berbeda. Yang terpenting adalah para pemain bisa menunjukkan keinginan mereka untuk menang. Mereka harus benar-benar berjuang,” kata Pieter Huistra.
(pssleman.id)
