
PSSLEMAN.ID, SLEMAN – Tim medis PSS Sleman melalui dokter tim, Riko Arundito, memberitahukan kondisi terkini para pemainnya memasuki pekan terakhir pramusim bulan Agustus 2025. Beberapa pemain telah dinyatakan ‘lulus’ dari meja perawatan, sementara yang lain masih dalam proses pemulihan serta pemantauan bagi pemain yang sedang dibekap cedera ringan.
Dokter tim Laskar Sembada tersebut menjelaskan bahwa kondisi pemain yang mengalami cedera serius telah menunjukan kemajuan berarti termasuk Fachruddin dan Ferrel yang telah melakukan latihan dengan intensitas yang sudah dinaikkan.
“Untuk Fachruddin, setelah kami melakukan beberapa tes medis dinyatakan ‘lulus’ dari tim medis. Ia sudah mulai return to performance kemudian kami serahkan ke pelatih fisik dengan pengawasan tim medis juga. Saat ini juga sudah mengikuti latihan bersama,” tutur Riko Arundito pada hari Senin (25/8/2025) sore WIB di Lapangan Pakembinangun.
“Mengenai kondisi Ferrel Arda Santoso yang masih menunggu prosesnya dahulu agar bisa return to performance. Jadi kami kejar dahulu return to speed baru nanti ke return performance-nya,” lanjutnya.
Pada laga pramusim lawan PSPS Pekanbaru, penyerang sayap Laskar Sembada, Terens Puhiri, tidak terlihat di saat laga bergulir. Hal ini terkonfirmasi dari dokter tim karena ada rasa nyeri dan tidak nyaman pada bagian paha saat melakukan gerakan eksplosif seperti melompat dan berlari.
“Latihan terpisah yang kami berikan kepada Terens sebagai bentuk pencegahan saja agar dia bisa istirtahat dahulu. Terhitung tiga kali laga pramusim dia menjadi starting line-up kami sarankan untuk istirahat. Perkembangannya, rasa nyeri sudah hilang namun kami pastikan aman secara medis. Jika hal tersebut sudah tercapai ia bisa kembali bergabung latihan,” terang dokter Riko.
Salah satu pemain yang juga mendapat cedera adalah Ahmad Nuri Fasya pada saat laga pramusim melawan PSBS Biak yang disebabkan oleh benturan keras yang mengakibatkan terjadi rasa nyeri berkepanjangan.
“Setelah pemerikasaan lanjutan tidak ada cedera ligamen atau otot, melainkan karena benturan terjadi pembengkakan yang prosesnya memakan waktu sekitar tiga pekan untuk latihan terpisah. Sebelum lawan PSPS, Nuri sudah mengikuti latihan bersama,” sebut dokter Riko Arundito.
Selain Nuri, cedera juga menimpa Dominikus Dion. Hasil cek medis yang diterima oleh tim medis PSS, ototnya mengalami robekan yang tepat dengan robekan otot yang lain mulai sembuh.
“Kemudian kami crosscheck dengan yang bersangkutan ternyata sudah dirasakan pada bulan Juni. Sementara untuk robekannya masih grade dua, jadi selama tiga pekan ini kami pantau agar bisa menyambung secara presisi,” pungkas dokter berkacamata ini.
(pssleman.id)
