SLEMAN, PSS-SLEMAN.CO.ID – Mengarungi babak penyisihan Grup 5 ISC-B 2016, PSS Sleman terancam kehilangan dua pilar potensialnya, yakni bek Dani Pratama dan penjaga gawang Syahrul Trisna Fadillah. Menurut informasi dari coach Seto, keduanya mengikuti seleksi masuk taruna TNI.

Menanggapi hal tersebut coach Seto menyatakan kedua pemain tersebut sudah ijin kepada dirinya, dan dan akan dikomunikasikan dahulu ke manajemen.

Pelatih yang pernah menjadi pilar timnas Indonesia era 2000an tersebut juga menyatakan kekhawatirannya mengenai stock pemain di PSS Sleman.

"Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi saya apabila keduanya diterima, dampaknya kami mengalami kekurangan stock pemain. Kita kehilangan satu posisi bek dan kiper," ungkap Seto, ditemui seusai mendampingi latihan fisik skuatnya.

Sebelum keduanya meminta izin untuk mengikuti seleksi taruna TNI, skuat PSS Sleman sudah mengalami defisit pemain karena hanya memiliki 23 pemain dengan komposisi yang berbeda di setiap lini.

Menanggapi permasalahan tersebut Coach Seto mengharapkan ketegasan dari keduanya terlebih dahulu. Ia pun menjelaskan jangan sampai manajemen sudah mencari pemain dan ternyata mereka tidak lolos seleksi hal ini bisa repot dan terjadi penumpukan pemain.

"Keduanya memiliki potensi bagus ke depan bagi PSS Sleman namun saya menyadari tidak bisa menjamin. Kemungkinan mereka mencari sesuatu yang lebih pasti,"ujar pelatih PSS, Seto Nurdiyantoro.

Diakhir interviu Seto juga menjelaskan bahwa setiap pemain PSS Sleman di gelaran Indonesia Soccer Championship (ISC-B) 2016 ada beberapa klausul kontrak yang harus mereka pahami. (mf/pss-sleman.co.id)

September 30, 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *