PSSLEMAN.ID – Dua periode menjabat Bupati Sleman, Arifin Ilyas (1990-2000) melakukan renovasi Stadion Tridadi yang peresmiannya dilakukan oleh ketua KONI DIY yang juga Gubernur DIY, Sri Sultan HB X pada tanggal 5 Februari 1995. PSS pun resmi menggunakan Stadion Tridadi sebagai home base.

“Pada saat itu masih perserikatan, pemerintah memegang peranan. Pak Bupati (Arifin Ilyas) sebagai ketua umum PSS memberikan kontribusi dengan melakukan renovasi Stadion Tridadi sebagai kandang PSS di kompetisi Divisi II,” tutur Sudarsono KH salah satu pendiri PSS, Sabtu (30/01/2021).

Usai renovasi, Stadion Tridadi menjadi berkah bagi PSS mengarungi Divisi II pada musim kompetisi tersebut. Setelah gagal melangkah ke final Divisi II karena kalah dari Persewangi Banyuwangi melalui adu pinalti di semifinal. PSS masih mendapatkan kesempatan lolos ke Divisi I melalui babak playoff dengan format setengah kompetisi yang digelar di Stadion Tridadi pada tanggal 4-9 Juli 1996. Diikuti empat tim, yakni Aceh Putra, Persipal Palu, Persiss Sorong, dan PSS.

Tangan dingin pelatih Suwarno sukses mengantar PSS naik ke Divisi I setelah pertandingan terakhir mengalahkan Aceh Putra.

Lima musim berjibaku di level Divisi I, Stadion Tridadi kembali menjadi saksi PSS lolos ke Divisi Utama usai memastikan tiket semifinal di laga terakhir babak delapan besar Divisi I 1999/2000. Sentuhan emas Bambang Nurjoko pada saat itu mengubah potensi lokal Sleman menjadi gladiator tangguh lapangan hijau PSS. Kengototan, kekompakan, motivasi kuat berprestasi dan rasa percaya diri tinggi adalah formula PSS menembus Divisi Utama.

Stadion Tridadi juga menjadi saksi ketika M. Eksan mencetak lima gol dalam satu pertandingan yang berlangsung 21 tahun silam, Minggu (14/5/2000). PSS mengalahkan Persiba Balikpapan dengan skor 6-1 leg pertama babak 8 Besar Divisi I 1999/2000.

“Ada kenangan yang sampai sekarang tidak terlupakan di Stadion Tridadi, saya mencetak dua gol yang menghantarkan PSS lolos ke Divisi Utama. Lawan PSB Bogor harus menang, hasil imbang pun kita tidak lolos ke Divisi Utama. Saat pertandingan kita leading dulu 1-0, PSB menyamakan kedudukan 1-1,” urai M. Eksan menjelaskan laga tersebut digelar di babak delapan besar Divisi 1 1999/2000.

“Lima menit jelang pertandingan berakhir, posisi saya membelakangi gawang lawan, ada dua pemain lawan. Bola saya dorong ke depan, saya balik badan bola saya tendang pakai kaki kiri tahu-tahu bola masuk ke pojok kanan atas gawang, kiper tidak melihat. Akhirnya kita menang 2-1, dari situ muncul sebutan gol Setan M. Eksan,” timpalnya.

Liga Bank Mandiri 2004, PSS juga merasakan tuah keangkeran Stadion Tridadi. Pada musim tersebut stadion berkapasitas 12.000 penonton menjadi saksi keganasan Kahudi Wahyu dan kolega mengkoleksi poin kemenangan dari lawan-lawannya. Di akhir musim, PSS bertengger di klasemen 4 dari 18 kontestan.

Bergulirnya waktu, pengelolaan stadion berkapasitas 12 ribu penonton ini sempat di kelola oleh beberapa pihak. Pembangunan Stadion Tridadi bermula dari hasil menyewa tanah kas desa Tridadi oleh Pemerintah Kabupaten Sleman.

“Pertama kalinya pengelolaan Stadion Tridadi oleh UPT Maguwoharjo, Oktober 2016. Setelah itu, pihak kami terus melakukan update informasi mengenai secara pasti luas tanah serta bentuk kerjasamanya,” ungkap Sumadiono Kepala UPT Maguwoharjo, Selasa (02/02/2021) pagi.

(pssleman.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *