SLEMAN, PSS-SLEMAN.CO.ID – Laga awal Babak 16 besar ISC-B 2016, PSS Sleman menjamu Persepam Madura, Sabtu (01/10/2016) sore di Stadion Maguwoharjo.

Kehadiran sosok Jaya Hartono yang pernah menangani PSS Sleman di kubu tim tamu juga mendapat perhatian dari coach Seto. Pelatih yang mulai menangani Super Elja Maret 2016 juga menambahkan bahwa yang harus diwaspadai adalah kecepatan para striker tim berjuluk Sape Ngamok ini. "Faktor pelatih yang pernah membesut PSS Sleman dan speed yang dimiliki oleh striker mereka harus diwaspadai dan saya menginstruksikan para pemain untuk fokus hingga akhir pertandingan," ungkap Seto.

Seto juga menginstruksikan para pemainnya untuk bermain efektif dan efisien untuk meminimalisir kesalahan dalam mendistribusikan bola. "Laga uji coba melawan Persija Jakarta kami banyak melakukan kesalahan umpan karena terlalu lama membawa bola. Laga melawan Persepam Madura saya menekankan untuk bermain dengan satu-dua sentuhan agar aliran bola lancar, permainan menjadi lebih efektif.

Disinggung mengenai skema tim, coach Seto tidak terpaku hanya satu skema. Ia menginginkan timnya bermain dinamis sehingga kreativitas permainan bisa diterapkan. "Skema 4-4-2 Risky bisa ditandemkan dengan Calwa, atau Jodi."

Menutup iwawancara Seto memberikan sekelumit penilaian terhadap Kito Candra. Seto menilai pemain asal Madiun FC memiliki keunggulan yang bisa memberikan hal positif bagi PSS Sleman. "Postur tubuh, skill dan kecepatannya bisa menjadi tandem Risky sebagai juru gedor," ungkap ayah dari putri ini. (mf/pss-sleman.co.id)

September 30, 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *