SLEMAN, PSS-SLEMAN.CO.ID – Keberhasilan punggawa PSS Sleman mengatasi perlawanan Persip Pekalongan dengan raihan kemenangan 3-1, Minggu (19/06/2016) sore di Stadion Maguwoharjo, masih mensisakan beberapa catatan bagi coach Seto Nurdiyantoro. Pelatih yang secara resmi membesut skuat Super Elja Februari 2016 menyatakan bahwa compact defend para pemainnya masih perlu dibenahi.

"Kami masih sangat lemah membangun pertahanan secara merata sehingga terjadi penurunan performa. Setiap lini tidak dapat membangun komunikasi ketika terjadi serangan dari lawan, alhasil banyak serangan berhasil masuk hingga jantung pertahanan," terang Seto.

Seto juga memberikan catatan kepada lini tengah PSS yang mengalami penurunan performa. Secara jelas coach Seto menilai Busari dan Dirga tidak dalam performa terbaiknya.

"Keduanya tidak dalam performa terbaik sehingga saya menarik kedua di babak kedua. Hal ini menjadi masukan positif tim pelatih untuk membuat lini tengah lebih kreatif," tegas Seto.

Menanggapi tentang perubahan posisi gelandang bertahan yang digeser sedikit maju yang mempengaruhi permainan PSS dibabak kedua Seto tidak menganggap hal tersebut berpengaruh. Menurutnya kelemahan terjadi kepada compact defend antar lini.

Mengakhiri interview coach Seto, memberikan apresiasi kepada Risky Novriansyah yang berhasil mencetak hatrick pada laga tsb. Menurutnya, progres permainan Risky bagus dan diharapkan mampu menjaga momentum tersebut di laga resmi ISC-B 2016. (mf/pss-sleman.co.id)

September 30, 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *