SLEMAN, PSS-SLEMAN.CO.ID – Persiapan tim berjuluk Super Elang Jawa mengikuti Indonesia Soccer Championship (ISC) B pada akhir April 2016 terus dilakukan dengan melakukan sejumlah partai uji coba. Dua laga uji coba telah dilakukan tim besutan Seto Nurdiyantoro,  hasilnya positif meraih kemenangan, yakni tiga gol ketika menaklukan PSIS Semarang, dan unggul satu gol atas Persinga Ngawi.

Dari kemenangan tersebut pelatih Seto Nurdiyantoro menyoroti lemahnya lini depan PSS Sleman. Dua kemenangan yang telah diraihnya hanya satu gol yang berhasil di cetak Tri Handoko melalui tendangan pinalti.

"Masalah utama dari kami adalah tidaknya adanya juru gedor tajam mendampingi Tri Handoko. Kami tim pelatih berharap manajemen bisa segera mendatangkan tandem untuk dia," ungkap Seto Nurdiyantoro, Rabu (06/04/2015).

Pelatih yang pernah berkostum Pelita Jaya juga memberikan penilaian barisan depan PSS Sleman. Sepanjang pertandingan ketika melawan Persinga Ngawi, Sabtu (02/04/2016) malam.

"Kami menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola lebih dari 60 persen namun tidak sebanding dengan jumlah gol yang dihasilkan. Hanya menang tipis melalui tendangan pinalti yang kami dapat pada waktu injury time," papar Seto Nurdiyantoro.

Seto juga menjelaskan bahwa, PSS Sleman memiliki gelandang tengah bertipikal menyerang seperti Dicky Prayoga, dan Busari. Keduanya memiliki kemampuan membongkar pertahanan lawan, namun bagi Seto keduanya bukan striker murni.

“Keduanya bukan tipikal striker murni. Saya berharap sebelum melawan PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Sabtu (09/04/2016) besok, kita sudah mendapatkan striker murni," kata Seto Nurdiyantoro.

Mengakhiri interviunya, Seto menyatakan kesulitan untuk membongkar pertahanan lawan dengan strategi bertahan total. Mendatangkan pemain baru di lini depan dan belakang wajib didatangkan manajemen. (mf/pss-sleman.co.id)

September 30, 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *