SLEMAN, PSS-SLEMAN.CO.ID – Persiapan PSS Sleman menghadapi Liga 2 Indonesia musim kompetisi 2017 dilakukan dengan gerak cepat. Manajemen PT Putra Sleman Sembada mendatangkan Sigit Pramudya fisioterapis yang pernah menangani Sriwijaya FC dan Persib Bandung.

Berkaca pada kegagalan tim offical Super Elang Jawa di gelaran ISC-B 2016 dalam menganalisa kebugaran para pemain sehingga sering terjadi tambal sulam di berbagai posisi yang mengakibatkan banyak pemain cidera di laga krusial. Selain itu persaingan ketat dan berat di kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2017 menjadi alasan utama manajemen PSS Sleman memboyong Sigit Pramudya untuk menjaga konsistensi kebugaran performa para punggawanya.

Ditemui seusai briefing penutup latihan hari ini, Jum'at (27/01/2017) sore di Stadion Tridadi Sleman, Sigit Pramudya menyatakan dirinya diberikan tugas manajemen PSS Sleman melakukan analisa performa setiap pemain untuk menentukan kebugaran pemain tersebut dapat bermain atau tidak.

Pria yang akrab disapa Mas Sigit tersebut, menjelaskan bahwa dirinya juga melakukan treatment ketika ada pemain yang cidera serta mendampinginya dengan materi khusus ketika pemain tersebut pada masa rekoveri atau penyembuhan.

"Saya melakukan analisis performa atau kebugaran setiap pemain PSS Sleman dengan mendata riwayat cidera yang pernah mereka alami. Setiap pemain memiliki riwayat cidera yang berbeda di bagian tubuh, engkel, lutut dan punggung," papar Mas Sigit.

Ia menambahkan tugasnya untuk mendeteksi secara dini riwayat cidera yang dialami pemain agar tidak kambuh lagi.

Menutup interviu, Mas Sigit menjelaskan bahwa fisioterapis memiliki perbedaan mendasar dengan masseur dalam menjalankan tugas.

"Seorang fisioterapis bertugas menjaga performa pemain dalam kondisi bagus dan masa rekoveri cidera. Sedangkan seorang masseur hanya terbatas pada satu hal yakni pelemasan otot saja." (mf/pss-sleman.co.id)

September 30, 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *