PSS-SLEMAN.CO.ID, JEPARA- Musim pertamanya membesut PSS Sleman, coach Seto mampu membayar kepercayaan yang diamanahkan kepadanya dengan mengantarkan ke babak final Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016.

Sekilas nampak mudah dan tiada halangan berarti bagi coach Seto membawa Busari dkk ke partai puncak. Namun dengan raut muka yang selalu serius tidak bisa membohongi beban tanggungjawab yang harus dia emban, perlahan namun pasti setiap misi dia tuntaskan dan tinggal satu laga lagi trofi ISC-B 2016 dalam genggamannya bersama PSS Sleman.

Laga kontra PSCS Cilacap di partai final ISC-B 2016 bukanlah laga yang mudah bagi PSS Sleman. Jimmy Suparno dkk telah membuktikan bahwa racikan Gatot Barnowo mampu membuat lawan-lawannya dari fase grup, 16 besar, 8 besar hingga semifinal tidak berkutik. Semangat team work dan bermain lepas menjadi kunci PSCS Cilacap berlaga hingga partai final.

Memasuki fase babak knock out, tim racikan Gatot Barnowo selalu mencetak gol di menit-menit akhir pertandingan, Persita Tangerang dan Martapura FC menjadi korban. Hal ini harus diwaspadai lini belakang PSS Sleman, laga kontra Perserang Serang menjadi bukti hilangnya konsentrasi di menit-menit akhir pertandingan yang memaksa laga dituntaskan melalui babak extra time. Selain itu faktor Jimmy Suparno, pengalaman, kecepatan serta kondisi fisik yang tak lekang waktu menjadi penentu kemenangan PSCS Cilacap dalam beberapa laga patut menjadi warning bagi lini belakang PSS Sleman.

Menghadapi partai puncak tersebut coach Seto sudah mempersiapkan dengan berbagai variasi serangan/bertahan dan skema pertandingan. Tiga kali latihan jelang laga final, pelatih asli Kalasan Sleman tersebut selalu menambah variasi baik menyerang/bertahan. Selain itu, Ia tidak pernah lelah mengingatkan para pemainnya untuk tidak meremehkan lawan, konsentrasi penuh dan tetap bermain percaya diri serta enjoy menikmati pertandingan. (mf/pss-sleman.co.id)

September 30, 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *