PSSLEMAN.ID – Pada saat ini, informasi yang berhubungan dengan PSS memiliki nilai berita tinggi sehingga tidak bisa lepas dari risiko pemberitaan yang berasal dari narasumber yang tidak relevan. Itulah alasan kenapa PSS di bawah manajemen baru ini memiliki departemen Media and Stakeholder Relations.

Intro edisi kedua PSS Podcast mengangkat tema “Public Relations Dalam Sepak Bola” yang menghadirkan nara sumber Nuru Syifa sebagai personal in charge yang bertandem dengan Yo Sugianto di departemen tersebut.

Panji Rangi bertindak sebagai podcaster memberikan beberapa pertanyaan mengenai fungsi dari kehumasan bagi PSS sebagai klub sepak bola itu sendiri. Diselingi gelak tawa dengan suasana renyah, Nuru Syifa memaparkannya dengan santai namun tidak kehilangan fokus jawaban yang diberikan.

“Banyak hal yang dilakukan humas di sebuah klub sepak bola, sebagai contoh kecil bagaimana sebuah klub membina hubungan dengan jurnalis. Hal ini seperti yang dilakukan oleh PSS, kita itu punya program baru yang dijalankan oleh teman-teman jurnalis atau kita sebut media development program, di antaranya ada acara ngopi bareng,” ungkap Syifa, Minggu (4/10/2020) sore.

“Format acaranya mempertemukan direksi-direksi PT PSS dengan teman-teman jurnalis yang langsung bisa bertanya tentang seluk beluk PSS. Agar para jurnalis mengetahui info dari narasumber yang relevan bukan dari narasumber yang tidak kita ketahui. Kita sudah berjalan dua kali semoga bulan-bulan berikutnya terus berjalan. Itulah sedikit contoh public relations disebuah klub sepakbola,” imbuh Syifa sembari menjelaskan acara tersebut juga membantu develop soft skill bagi jurnalis.

Meminimalisir misleading dalam sebuah pemberitaan menjadi salah satu tugas media and stakeholder relations dengan membuat sistem agar semua orang di PSS memiliki satu suara soal apa yang ingin diberitakan kepada publik.

“Untuk teman-teman jurnalis membutuhkan informasi mengenai PSS, biasanya langsung bertanya ke pemain, manajemen dan bisa dijawab namun untuk sekarang tidak. Bukan untuk membatasi, agar semua orang di PSS memiliki key message atau satu suara soal apa yang akan diberitakan ke orang-orang lain atau pubik,” paparnya.

“Alur pemberitaannya, jurnalis mau menggali informasi kasih pertanyaan ke humas, kemudian kita sampaikan kepada pihak yang bersangkutan kemudian kita review jawabannya untuk meminimalisir yang namanya misleading dalam pemberitaan. Mereka bisa salah berucap kita yang memfilter kemudian kita kasih ke jurnalis. Mudah-mudahan berita yang keluar baik dari jurnalis dan termasuk media official PSS satu suara tepat untuk semuanya,” Syifa menambahkan informasi.

Panji Rangi juga memberikan pertanyaan mengenai permasalahan yang dihadapi public relations di klub sepak bola yang menjadi perhatian khusus.

“Di klub bola sendiri, in person masih banyak banget belum aware terhadap fungsi dari public relations tersebut. Jadi masih banyak yang abai dengan pernyataan yang diomongkan baik di depan wartawan atau di akun medsos pribadi mereka. Inilah tantangan cukup berat menurut saya, karena itu baik dari pemain, manajemen  atau siapa pun di dalam klub masih ada saja yang belum aware,” ungkap Syifa.

“Kita di sini pelan-pelan ingin memberikan informasi kepada teman-teman di dalam manajemen PSS, termasuk untuk para pemain agar lebih bijak dalam bersosial media maupun dalam bertutur kata,” imbuhnya menutup interview.

(pssleman.id)

October 8, 2020
Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *