SLEMAN  PSS-SLEMAN.CO.ID – Postur tubuhnya yang kurus-kecil serta tinggi badannya yang sedang membuat Tri Handoko secara lahiriah tidak menampakkan kengerian bagi bek lawan yang belum merasakan langsung ketajamannya membobol gawang lawan.

Pemain yang pernah menjadi anak asuh Widiyantoro di Perserang memiliki daya tarik tersendiri bagi dewi keberuntungan yang bersemayam dalam dirinya. Permainannya cenderung datar dan tidak eksplosif ketika menyerang lini pertahanan lawan, pergerakannya pun biasa saja namun dia memiliki kemampuan positioning mencari bola yang seakan-akan bola itu mengikuti dirinya.

Tri Handoko yang akrab disapa Ndok adalah tipikal juru gedor oportunis yang mampu mengelabui posisi bek lawan dengan kemampuannya membaca arah bola. Hal ini dia buktikan ketika memborong dwi gol kemenangan Super Elang Jawa mengatasi perlawanan Persiba Bantul. Dua gol tercipta berkat kemampuannya mencari ruang kosong yang tidak bisa diantisipasi lini belakang Laskar Sultan Agung.

Sukses Tri Handoko memborong dua gol di laga terakhir PSS Sleman tidak terlepas dari kemampuan Risky Novriansyah. Pemain yang pernah berkostum PPSM membuka ruang di lini pertahanan lawan secara acak sehingga pemain yang akrab dengan nomor 10 mampu memanfaatkannya. Bahkan gol pertama Tri Handoko berkat assist Risky Novriansyah dari sundulan kepala. (mf/pss-sleman.co.id)

September 30, 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *